Sakit, Adrian Remaja Asal Majene Hidup Memprihatinkan di Tenda Pengungsian
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 22 Februari 2021 06:53 WITA
783 tayangan
2 menit baca
MAJENE,- Malang nasib Adrian Alam (16 tahun), anak pasangan Muhammad Talib dan Surya, warga Kabupaten Majene. Sudah lebih setahun lamanya, ia hanya dapat terbaring lemah lantaran menderita penyakit.
Kondisi tersebut mengakibatkan sekujur tubuh remaja asal Desa Totolisi, Kecamatan Sendana ini mengecil. Perutnya membuncit seolah menampakkan tulang belulang, layaknya penderita gizi buruk. Adrian hanya dapat beraktivitas, dengan bantuan orang lain.
Lantaran hanya dapat berbaring, menyebabkan punggung Adrian terluka diduga akibat iritasi. Selain memberi salep, pihak keluarga hanya memanfaatkan daun pisang sebagai alas tidur, untuk mengurangi sakit yang dirasakan Adrian.
Diketahui, kondisi yang diderita Adrian pertama kali terjadi saat usianya baru menginjak 6 tahun. Waktu itu Adrian terjatuh saat bermain hujan-hujanan, “ Seminggu kemudian dia jatuh sakit hingga akhirnya lumpuh, “ kata sang ayah Muhammad Talib kepada wartawan, Minggu (21/02/2021).
Setelah lebih setahun lamanya melakukan pengobatan, kondisi Adrian sempat membaik, “ Bahkan dia sempat bersekolah selama tujuh tahun. Namun tiba-tiba dia kembali sakit hingga kondisinya seperti sekarang ini, “ ungkap Talib yang sehari-hari bekerja sebagai petani penggarap.
Sayang, sejak sakit untuk kedua kalinya, Talib mengaku urung membawa Adrian ke rumah sakit, untuk memeriksakan diri. Talib berdalih takut dan khawatir, jangan sampai Adrian divonis menderita corona, “ Kami takut corona pak, kami takut jangan sampai sakitnya Adrian dianggap corona, apalagi badannya biasa panas. Kami juga sudah kekurangan biaya, “ ujarnya.
Kondisi diperparah, lantaran sudah lebih sebulan lamanya, Adrian dan keluarga terpaksa bertahan hidup di pengungsian, pasca guncangan gempa bumi berkekuatan 6,2 Magnitudo, yang berpusat di Kabupaten Majene, Jumat (15/01) lalu.
Kendati pihak keluarga telah berniat kembali pulang ke rumah, lantaran merasa kondisi sudah membaik, Adrian menolak karena trauma dan ketakutan, “ Pernah kami kembali ke rumah, tapi dia (Adrian) tidak mau. Dia takut, tidak bisa tidur, “ tutur Talib sembari menarik nafas.
Selama berada di pengungsian, Adrian dan keluarganya bertahan di bawah tenda darurat dengan kondisi memprihatinkan. Pihak keluarga berharap, ada perhatian agar kelak Adrian sembuh dan bisa beraktivitas seperti semula. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.
