Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Ratusan KK Penyintas Gempa Mamuju Masih Mengungsi-Bantuan Minim Jadi Keluhan

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 10 Juni 2022 19:00 WITA 428 tayangan 3 menit baca
Ratusan KK Penyintas Gempa Mamuju Masih Mengungsi-Bantuan Minim Jadi Keluhan
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
SULBAR,- Ratusan kepala keluarga (KK) penyintas gempa di Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, masih mengungsi. Meski sudah memasuki hari ketiga, para pengungsi mengaku belum mau mau pulang karena takut dan trauma gempa susulan. “Kami masih takut, makanya belum mau pulang ke rumah. Kita trauma, jangan sampai kejadiannya sama dengan gempa pada tahun 2021 lalu,”ujar salah satu pengungsi, Baharuddin kepada wartawan, Jumat (10/6/2022) Berdasarkan pantauan wartawan, Jumat siang (10/6). Salah satu lokasi yang masih dipadati pengungsi berada di Stadion Manakarra, Jalan Usman Jafar, Kecamatan Rimuku.  Ratusan tenda darurat milik pengungsi masih, berdiri baik di dalam maupun di luar stadion. Menurut Baharuddin, selama berada di pengungsian dirinya sangat kesulitan mendapatkan bantuan, khususnya air bersih dan kebutuhan bayi. Bahkan dia mengaku, terkadang harus berebut untuk mendapat makanan. “Belum dapat bantuan, khususnya air, biar satu karton tidak ada. Dapat nasi kalau berebut,”ungkap pria yang mengaku berasal dari Jalan Tuna, Mamuju. Keluhan serupa diungkapkan penyintas gempa lainnya di Kabupaten Majene. Bukit Talla-tallang, di Desa Tubo, Kecamatan Tubo, merupakan salah satu titik di daerah ini yang masih didapati pengungsi. Salah seorang pengungsi, Sudarwi mengaku belum pernah mendapat bantuan sejak berada di pengungsian tersebut. "Belum pernah ada bantuan dari pemerintah sejak kami di sini. Kami belum berani pulang ke rumah, takut ada gempa susulan lagi,”ungkap Sudarwi terpisah. “Apalagi belum ada penyampaian dari pemerintah, apakah kondisi sudah aman atau sebaliknya,"jelasnya. Kepala Dusun Tarupa, Desa Tubo, Jarsan mengaku jika lokasi pengungsian ini sudah pernah didatangi petugas yang melakukan pendataan. Namun tidak diketahui untuk apa data yang dikumpulkan. "Pernah ada yang datang mendata. Kami tidak tahu petugas dari mana. Kita tidak tahu juga mau diapakan data yang diperoleh,"ujarnya. Bersama pengungsi lainnya di tempat ini, Jarsan sangat mengharapkan bantuan pemerintah.  Diakui di tempatnya mengungsi, juga terdapat banyak balita dan juga lansia. “Para pengungsi di sini sangat berharap perhatian, khususnya kebutuhan air bersih dan sambungan listrik untuk penerangan di malam hari. Apalagi, di pengungsian ada lansia, dan balita, bahkan ada bayi yang baru beberapa hari dilahirkan,”tutupnya. Sebelumnya diberitakan, gempa bumi berkekuatan Magnitudo 5,8 mengguncang Kabupaten Mamuju, Rabu (8/6). Sebanyak 15.320 jiwa dilaporkan mengungsi karena takut gempa susulan. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto berkunjung ke Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (9/6). Dalam kunjungannya, Suharyanto menyalurkan sejumlah bantuan untuk memastikan kebutuhan para pengungsi terpenuhi. “Kami membawa tadi logistik yang bisa langsung digunakan, ada makanan siap saji, ada beras, ada supermi, ada rendang, ada perlengkapan bayi, ada perlengkapan keluarga. Artinya, kami dengan pemerintah, kerjasama pak Gubernur, Bupati, Danrem, Kapolda, semua komponen bangsa di Sulawesi Barat, meyakinkan para pengungsi ini, kebutuhan dasarnya terpenuhi,” kata Suharyanto kepada wartawan. (Thaya/emd)    
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman