Pulkam untuk Jadi Wali Nikah Anak, Pria Ditemukan Tewas dalam Area SPBU di Wonomulyo
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 7 Agustus 2021 14:49 WITA
398 tayangan
2 menit baca
WONOMULYO,-Peristiwa penemuan mayat gegerkan warga Kabupaten Polewali Mandar. Seorang pria bernama H Haeruddin (45 Tahun), ditemukan tergeletak tidak bernyawa, di halaman mushola salah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di daerah ini.
Jenazah korban pertama kali ditemukan seorang warga, ketika hendak menuju toilet SPBU, yang berada di jalan Trans Sulawesi, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Sabtu pagi, sekira pukul 06:30 wita.
“ Setelah menerima laporan adanya orang diduga meninggal dunia di samping mushola pertamina Wonomulyo. Kami langsung mendatangi tempat kejadian perkara mengecek kebenaran, ternyata benar ada laki-laki ditemukan tidak bernyawa, “ kata Kanit Binmas Polsek Urban Wonomulyo, IPTU Paulus Selan, saat dikonfirmasi wartawan di depan Puskesmas Wonomulyo, Sabtu siang (07/08/2021).
Usai mengamankan tempat kejadian perkara, polisi langsung membawa jenazah korban ke Puksesmas Wonomulyo, untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
“ Dari hasil pemeriksaan tim medis bersama tim identifikasi Polres Polewali Mandar, tidak ditemukan adanya tanda bekas kekerasan di tubuh korban. Korban diduga meninggal akibat mengalami sesak nafas, apalagi berdasarkan keterangan keluarga, korban diketahui memiliki riwayat penyakit jantung, “ terang Paulus.
Menurut Paulus, selama ini korban menetap di Kalimantan. Ia bekerja sebagai sopir pada salah satu perusahaan. Korban pulang kampung (pulkam) ke Wonomulyo, dalam rangka menghadiri dan rencananya akan menjadi wali pernikahan putrinya, yang akan dilangsungkan Minggu besok (08/08).
“ Korban ini memang asli orang sini, tapi tinggal di Kalimantan, kerja di perusahaan. Sementara persiapan untuk besok pernikahan anaknya, “ ungkap Paulus.
Diketahui, korban baru tiba di rumah kerabatnya di Wonomulyo, pada Jumat malam (06/08) sekira pukul 20:00 wita.
“ Semalam tiba, menurut keluarga subuh dia (korban) tinggalkan rumah,” tandas Paulus.
Untuk memastikan penyebab kematian korban, polisi sempat menawarkan kepada keluarga untuk dilakukan otopsi, namun ditolak.
Dibantu polisi yang memakai alat pelindung diri, jenazah korban langsung dibawa ke rumah kerabatnya untuk disemayamkan. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.