Minggu, 8 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Pulang Karena Rindu, Perantau Asal Tutar Ditolak Warga Karena Takut Corona

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 10 April 2020 08:57 WITA 1,232 tayangan 2 menit baca
Pulang Karena Rindu, Perantau Asal Tutar Ditolak Warga Karena Takut Corona
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!

POLEWALI,- Sungguh malang nasib Salman (22 Tahun) dan Irfan (21 Tahun), dua perantau asal Desa Taramanu Tua, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar.

Sudah hampir dua pekan, kedua pemuda ini hidup terlunta-lunta lantaran harapan bisa melepas rindu bersama keluarga, mendapat penolakan warga di kampung halaman.

Menurut Irfan, warga takut dengan kedatangan mereka, lantaran dikhawatirkan membawa virus corona (Covid-19), yang dapat menulari warga lainnya, “ Padahal kami sudah menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan, bahkan selama perjalanan dari rantau menuju kampung, kami berulang kali mengikuti pemeriksaan suhu tubuh dan disemprot menggunakan cairan antiseptik “ katanya.

Kendati tidak bisa memastikan dirinya dalam kondisi sehat, baik Irfan maupun Salman,  mengaku siap menjalani proses karantina mandiri selama 14 hari, untuk mencegah penularan virus corona, sesuai aturan dari pemerintah, “ Kami siap dikarantina, bahkan sesampainya di kampung, keluarga telah menyiapkan pondok kecil di tengah kebun sebagai tempat kami untuk sementara waktu, namun warga masih takut, tidak sedikit diantaranya yang meminta keluarga mengusir kami untuk segera pergi dari kampung, “  ungkap Irfan lirih.

Lantaran meresa tidak nyaman dengan perlakuan warga, baik Salman maupun Irfan yang sejak empat bulan belakang merantau di BatuLicin, Kalimatan Selatan, akhirnya terpaksa angkat kaki dari kampung halaman, meninggalkan keluarga yang selama ini dirindukan.

Keduanya sempat bertahan hidup, dengan menyewa kamar kos di kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo. Bak jatuh tertimpa tangga, warga setempat juga resah setelah mengetahui riwayat perjalanan kedua pemuda perantau itu. Warga mendesak keduanya mengemasi barang dan meninggalkan kamar indekos yang telah disewanya.

Beruntung Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kecamatan Wonomulyo bekerja cepat, mengamankan kedua pemuda malang tersebut, untuk menghindari terjadinya hal-hal tidak diinginkan.

Keduanya kemudian diserahkan kepada pemerintah Kecamatan Tutar, dengan harapan dapat dipulangkan ke kampung halaman, untuk menjalani masa karantina mandiri, “ Ini hanya kesalah pahaman, karena pengertian warga disana, kalau dikatakan isolasi atau karantina, sudah diartikan kena wabah padahal tidak “, ujar Camat Tutar, Muhammad Saleh kepada wartawan, Kamis (09/04/20)

Muhammad Saleh berharap, warga tidak panik dengan adanya wabah virus corona, apalagi sampai melakukan tindakan yang dapat merugikan orang lain, “ Pengertian masyarakat tentang virus corona yang sangat kurang, nanti kami dari pihak pemerintah akan turun kembali ke lokasi untuk melakukan sosialisasi ke masyarakat, semoga hal seperti ini tidak terjadi lagi “ pungkasnya. (Thaya)

Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman