Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Polisi-Warga di Mamasa Tandu Lansia Sakit 8 Kilometer Gegara Jalan Rusak Parah

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 11 Agustus 2026 20:16 WITA 222 tayangan 3 menit baca
Polisi-Warga di Mamasa Tandu Lansia Sakit 8 Kilometer Gegara Jalan Rusak Parah
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMASA,- Buruknya kondisi infrastruktur jalan kembali menyulitkan warga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Seorang perempuan lanjut usia (lansia) bernama Sania (85) yang kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun dan terus mengalami muntah, terpaksa dievakuasi menggunakan tandu sejauh 8 kilometer lantaran akses jalan dari rumahnya tidak dapat dilalui kendaraan. Perjuangan menandu pasien yang terekam kamera dan viral di media sosial itu berlangsung di Kecamatan Mambi, Senin kemarin (10/08). Pasien ditandu sejauh 8 kilometer dari kampung halamannya di Dusun Sambaho, Desa Pamoseng. Proses evakuasi pasien dilakukan warga bersama polisi menggunakan tandu sederhana yang dibuat dari kain sarung dan bambu. Pasien ditandu selama lebih kurang tiga jam berjalan kaki menuju titik penjemputan mobil ambulans yang akan mengantarnya ke Puskesmas Mambi untuk mendapat penanganan medis. “Personel kami dari Polsek Mambi turut membantu proses evakuasi salah satu warga Pamoseang yaitu saudara Sania yang sakit. Dimana evakuasi tersebut menempuh jarak sekira delapan kilometer dengan berjalan kaki sekitar dua sampai tiga jam,” kata Kapolsek Mambi Ipda Riswandi, Selasa (11/08/2026). Menurut Riswandi, dua polisi yang ikut bergotong royong menandu pasien merupakan Bhabinkamtibmas Polsek Mambi bernama Aipda Hendra Sarpi dan Bripka Nur Alam.  Aksi tersebut dilakukan, sebagai wujud kepedulian polisi terhadap warganya yang membutuhkan bantuan. “Kami dari pihak kepolisian sebagai pengayom, pelindung dan pelayan masyarakat terus memberikan bantuan kepada masyarakat. Terutama yang dalam keadaan darurat membutuhkan bantuan kami,” pungkasnya. Sementara salah satu keluarga pasien, Arif mengapresiasi polisi yang diakui sigap membantu warga agar pasien segera mendapat penanganan medis. “Di tengah kondisi akses jalan yang sulit, pihak kepolisian tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga berjalan kaki bersama masyarakat Sambaho untuk memastikan mereka dapat memperoleh pelayanan kesehatan dengan aman,” ujar Arif dalam keterangannya. Diakui, kepedulian dan pengorbanan yang ditunjukkan merupakan bentuk nyata bahwa polisi hadir bersama masyarakat dan untuk masyarakat. “Semoga segala kebaikan dan pengabdian yang diberikan kepada masyarakat mendapatkan balasan yang setimpal. Terima kasih atas kepedulian dan dedikasi yang luar biasa,” tandasnya. Warga meminta pemerintah segera memberikan perhatian terhadap kondisi jalan di wilayah tersebut. Sehingga pasien tidak lagi harus dipikul hingga berkilo-kilometer untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Dalam potongan video yang dilihat wartawan, Selasa (11/08) tampak polisi dan warga bergotong royong memikul tandu sederhana yang terbuat dari kain sarung dan bambu. Mereka harus melewati jalan berbatu dengan kontur menanjak dan menurun. Dalam perjalanan, rombongan juga melintasi anak sungai kecil yang belum memiliki jembatan. Sejumlah pengendara sepeda motor yang bersiap membantu menggantikan polisi maupun warga yang memikul tandu ketika mulai kelelahan, terlihat mengikuti dari belakang. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman