TINAMBUNG,- Pasca beredaranya kabar dugaan percobaan penculikan anak, yang terjadi di Desa Tammangalle, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis kemarin (30/01/20), jajaran kepolisian Polsek Tinambung bertindak cepat melakukan penyelidikan, untuk mengungkap kebenaran kabar yang menimbulkan keresahan masyarakat.
Selain memeriksa tempat kejadian perkara (TKP), polisi juga meminta keterangan saksi Mastia, warga setempat yang mengaku melihat dan menggagalkan upaya penculikan terhadap korban, gadis cilik berinisial AN (8 Tahun), yang baru duduk di bangku kelas 2 Sekolah Dasar.
Polisi menyebut adanya ketidaksesuaian TKP dengan keterangan saksi Mastia yang berubah-ubah.
“ Karena merasa ada yang janggal, saksi akhirnya kita bawa ke kantor untuk mintai keterangan, saksi mengaku menyebar kabar tersebut karena mengalami kecemasan yang cukup tinggi, terkait maraknya kabar penculikan anak di daerah ini yang telah beredar luas di media sosial“ kata Banit Reskrim Polsek Tinambung, Bripka Firman kepada wartawan, Jumat (31/01/20).
Menurut Firman, saksi mengaku bersalah dan meminta maaf, lantaran telah memberikan keterangan terkait percobaan penculikan anak di Desa Tammangalle, yang belum tentu kebenarannya, “ Yang bersangkutan telah mengklarifikasi keterangannya dan memohon maaf kepada seluruh masyarakat “, terang Firman.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tinambung IPTU Rustam Gani mengatakan, ketidak benaran dugaan percobaan penculikan anak di Desa Tammangalle, diperkuat keterangan seorang wanita berimisial NW, yang mendatangi Polsek Tinambung, Kamis malam, dan mengaku sebagai orang yang telah membonceng korban ke sekolah, hingga dikabarkan melakukan penculikan, “ Kepada polisi yang bersangkutan NW mengaku membonceng korban hingga ke sekolah, lantaran merasa kasihan dan khawatir melihat korban berjalan sendiri di pinggir jalan menuju sekolah, tanpa didampingi orang tua “ kata Rustam Gani, melalui pesan singkat.
Masih kata Rustam Gani, NW juga membantah bertemu apalagi berbicara dengan orang lain, saat membonceng korban dalam perjalanan menuju sekolah, “ NW membantah keterangan saksi yang telah beredar di media sosial, dan mengaku tidak pernah bertemu atau berbicara dengan orang lain kecuali dengan korban “ ungkapnya.
Kendati memastikan kabar peristiwa percobaan penculikan anak yang terjadi di desa Tammangalle tidak benar, Rustam Gani mengimbau warga agar tetap waspada “ Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan saksi, dapat dipastikan, kabar peristiwa percobaan penculikan anak itu tidak benar, meski demikian warga tetap kami imbau untuk selalu waspada dan meningkatkan pengawasan khususnya kepada anak-anak “ pungkas Rustam Gani. (Thaya)