Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Pengunjuk Rasa Diamankan usai Diduga Aniaya Pengguna Jalan di Mamasa

Penulis / Redaksi: admin
Jumat, 2 Februari 2024 17:19 WITA 1,022 tayangan 2 menit baca
Pengunjuk Rasa Diamankan usai Diduga Aniaya Pengguna Jalan di Mamasa
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMASA,- Kericuhan mewarnai aksi unjuk rasa di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat. Sejumlah massa aksi terlibat ketegangan dan tarik menarik dengan polisi yang hendak mengamankan seorang pengunjuk rasa karena diduga telah melakukan pemukulan terhadap pengguna jalan. “Pada saat melaksanakan aksi unjuk rasa, memang ada sedikit terjadi penganiayaan yang dilakukan peserta aksi di jalan, kemudian kami mengamankan,” kata Kabag Ops Polres Mamasa, AKP Dedi Yulianto kepada wartawan, Jumat (02/02/2024). Aksi unjuk rasa warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Peduli Mamasa ini, berlangsung di Jalan Poros Mamasa, tepatnya di depan Kantor DPRD Mamasa, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, Jumat (02/02). Dalam kericuhan ini, seorang pengunjuk rasa yang diduga telah menganiaya warga diamankan polisi. “Untuk sementara kita mengamankan satu orang. Tetapi itu nanti ada videonya, nanti kita lihat perkembangannya seperti apa,” ungkap Dedi. Menurut Dedi, pengunjuk rasa yang diamankan diserahkan ke Satuan Reskrim Polres Mamasa untuk penanganan lebih lanjut. “Kita serahkan ke Reskrim, nanti di Reskrim akan memproses sesuai aturan yang berlaku, dan perkembangan selanjutnya tentu ada pada Reskrim,” jelasnya. Sementara koordinator aksi Boby Patalangi menduga, insiden disebabkan ulah oknum tidak bertanggung jawab yang sengaja ingin melakukan provokasi agar aksi unjuk rasa mereka ricuh. “Sejak pertama kali melakukan aksi belum pernah terjadi gesekan, dan sudah berapa puluh mobil yang lewat kami tidak pernah mengganggu masyarakat. Kami anggap oknum itu sengaja provokasi aksi kami,” ujarnya. Boby menjelaskan, oknum melakukan provokasi dengan cara menunjuk dan mengeluarkan kata-kata tidak pantas terhadap pengunjuk rasa. Untuk itu, Boby meminta Kapolres Mamasa mengusut dan memberikan sanksi terhadap oknum yang dianggap sengaja mengganggu aksi yang awalnya berjalan damai. “Kami minta Kapolres, oknum ini segera diproses karena sengaja memprovokasi aksi kami, dia lewat dan sengaja buka kaca menunjuk-nunjuk kepada pendemo dan mengeluarkan kata-kata tidak bagus, akhirnya ricuh,” tandasnya. Untuk diketahui, aksi unjuk rasa ini dilakukan sebagai desakan kepada Pejabat (Pj) Guberur Sulbar Prof Zudan Arif Fakrulloh agar datang ke Mamasa, untuk memberikan penjelasan kepada warga di daerah ini, terkait penggantian Yakub F Solon sebagai Pejabat Bupati Mamasa. “Sesuai kesepakatan kami dan komitmen kami, sebelum Pj Gubernur turun memberikan klarifikasi tentang dasar dan alasan penghentian atau penggantian Pj Bupati Mamasa (Yakub F Solon) kami tidak akan berhenti untuk aksi dan kami akan berlanjut,“ pungkas Boby. (thaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman