Polisi Amankan Sopir Truk Diduga Terlibat Penipuan "Segitiga" Jual Beli Mobil di Wonomulyo
Penulis / Redaksi:
admin
Rabu, 8 Oktober 2025 20:47 WITA
476 tayangan
2 menit baca
WONOMULYO,- Pria berinisial MA (22) diamankan polisi setelah sempat dianiaya warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). MA yang berprofesi sebagai sopir truk diduga terlibat penipuan segitiga jual beli mobil.
"Petugas turun ke lokasi setelah menerima laporan warga yang mengamankan seorang pria terduga pelaku penipuan jual beli kendaraan roda empat," kata Kapolsek Wonomulyo AKP Sandy Indrajatiwiguna dalam keterangannya, Rabu (08/10/2025).
Insiden terjadi di Jalan Gatot Subroto, Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Wonomulyo, Rabu sore (08/10) sekira pukul 15.45 WITA. Bermula dari transaksi jual beli mobil seharga Rp 147 juta milik pelapor insial D yang dipasarkan melalui media sosial.
MA mengaku telah mentransfer uang sebesar Rp 97 juta kepada seseorang berinisial HR yang disebut sebagai perantara antara dirinya dan pemilik mobil.
"Namun, pihak D membantah telah menerima (uang) transfer tersebut," ungkap Sandy.
Ketika hendak diklarifikasi, MA justru berusaha kabur sambil membawa BPKB mobil. Namun upaya pelariannya dihentikan warga yang kemudian melaporkan kejadian itu ke polisi.
"Saat proses pengamanan, MA sempat menolak menyerahkan telepon genggamnya, memicu emosi warga sekitar hingga sempat terjadi pemukulan yang menyebabkan luka di bagian dahi.," terang Sandy.
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, orang berinisial HR yang berperan mempertemukan kedua korban melalui media sosial. HR diduga menggunakan rekening atas nama inisial T sebagai tujuan transfer uang.
"Dalam mediasi di Mapolsek Wonomulyo, kedua pihak menyadari bahwa mereka sama-sama menjadi korban modus penipuan segitiga jual beli mobil online. Keduanya sepakat berdamai dan menyerahkan penanganan lebih lanjut kepada pihak kepolisian," pungkas Sandy. (rhp/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.