Pilu Kakek 70 Tahun Ratapi Segepok Uang Tabungan Hangus Akibat Kebakaran Rumah di Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 14 Februari 2026 18:49 WITA
223 tayangan
3 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Rumah semi permanen milik pria bernama Rasil (70) hangus terbakar di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Segepok uang simpanan miliknya untuk biaya berobat yang jumlahnya mencapai Rp 15 juta juga ikut hangus terbakar.
“Itu uang sengaja saya kumpul, itu saya ingat penyakit yang tidak menentu, itu buat antisipasi jangan sampai suatu waktu butuh biaya untuk berobat,” kata Rasil kepada wartawan, Sabtu (14/02/2026).
Kebakaran itu terjadi di Dusun Rea Jaya, Desa Patampanua, Kecamatan Matakali, Jumat kemarin (13/02) sekira pukul 12.30 WITA. Saat kejadian, rumah dalam keadaan kosong karena korban sedang ke pasar.
“Tidak ada orang. Saya ke pasar,” ungkapnya.
Rasil mengaku tidak mengetahui secara pasti sumber api penyebab kebakaran. Dia menduga, api berasal dari dapur, karena sebelum meninggalkan rumah dia sempat memasak.
“Saya memasak sebelum ke pasar, sempat saya matikan apinya pakai air. Mungkin tidak semua api mati waktu saya siram pakai air,” tuturnya.
Diakui Rasil, uang miliknya yang hangus terbakar telah menahun ditabung. Dia mengaku enggan menyimpan uang tersebut di bank lantaran malu dan tidak ingin merepotkan petugas.
“Sudah lama saya simpan, tidak tahu berapa tahun. Saya tidak bawa ke Bank, saya malu jangan sampai merepotkan kalau saya cabut terus setiap ke pasar, kita malu sama pegawai bank,” ujarnya.
Sementara tetangga korban, Sunarti menyebut sisa uang korban yang terbakar dan masih bisa dihitung mencapai Rp 15.685.000. Uang korban yang terbakar terdiri dari pecahan 5 ribu hingga 100 ribu.
“Yang masih bisa kita hitung totalnya 15.685.000. Mulai pecahan lima ribu sampai seratus ribu, kebanyakan pecahan seratus ribu nilainya sepuluh juta,” ucap Sunarti.
Menurut Sunarti, uang tersebut dibungkus korban menggunakan kantong plastik lalu dimasukkan ke dalam kaleng yang diletakkan di dapur rumah.
“Itu uangnya disimpan dalam kaleng lalu diletakkan di dapur, karena panas kantong plastik yang digunakan sebagai pembungkus meleleh hingga mengenai uangnya,” terangnya.
Diakui, sisa uang tersebut telah diserahkan kepada pihak terkait dengan harapan bisa ditukar ke Bank Indonesia.
“Uangnya diserahkan kepada petugas, semoga bisa ditukar dengan uang baru di bank,” tandasnya.
Kepala Desa Patampanua Yusuf menyebut selama ini korban tinggal sendiri. Korban memiliki seorang anak namun sudah berkeluarga.
“Itu orang tua tinggal sendiri, ada anaknya,” kata Yusuf melalui sambungan telepon.
Yusuf memperkirakan, uang yang terbakar diperoleh korban berasal dari pemberian warga dan bantuan sosial termasuk hasil kebun miliknya yang dikumpul menjadi satu.
“(hasil kebun dan bantuan) seperti itu mungkin, karena kalau dilihat kondisinya dia hidup sendiri, tidak ada yang dibiayai, biasa makan di rumah keluarganya,” imbuhnya.
Yusuf menyebut kebakaran hanya menghanguskan bagian dapur rumah korban. Diakui, pemerintah setempat telah turun dan memberikan bantuan.
“Yang terdampak itu hanya bagian dapur saja, kalau kerugian belum bisa saya pastikan. Kita sudah turun ke lokasi bersama dinas terkait,” tutupnya.
Dalam potongan video pendek yang dilihat wartawan, Sabtu (14/02), tampak Rasil sedang duduk di tangga rumahnya sambil menangis dan memegang sisa uang miliknya yang terbakar.
Rasil tampak tak kuasa menahan kesedihan, sementara seorang wanita di belakangnya terlihat berupaya menguatkan.
Rasil lalu mencoba memeriksa kondisi uangnya yang hampir sebagian besar sudah tidak utuh akibat terbakar.
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.