Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Perempuan di Wonomulyo Lapor Polisi usai Babak Belur Dihajar Kekasih karena Cemburu

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 31 Oktober 2023 18:28 WITA 1,194 tayangan 2 menit baca
Perempuan di Wonomulyo Lapor Polisi usai Babak Belur Dihajar Kekasih karena Cemburu
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Perempuan bernama Idarayani (29 tahun) melapor ke polisi usai babak belur dianiaya kekasihnya inisial PA (26 tahun) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Tindak penganiayaan terjadi lantaran pelaku cemburu menduga korban miliki pria idaman lain. "Dia cemburu buta, karena dianggapnya saya ada hubungan dengan pria lain. Padahal tidak ada hubungan apa-apa," kata Idarayani yang dikonfirmasi wartawan usai jalani pemeriksaan di Polres Polman, Selasa (31/10/2023). Idarayani menuturkan, tindak kekerasan dialami sekira pukul 19:30 Wita, saat berada di rumahnya, Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Jumat malam (27/10). Perbuatan pelaku menimbulkan luka lebam pada bagian wajah dan lengan korban akibat terkena pukulan. "Dipukul di rumah pribadi, sekira habis sholat Isya. Tanpa sungkan dia (pelaku) langsung memukul," ujarnya. Lebih lanjut Idarayani mengatakan jika dirinya sempat memberikan perlawanan saat mendapat pukulan. Namun dia akhirnya kabur karena pelaku saat itu dalam kondisi mabuk. "Sempat melawan lalu saya lari ke rumah kakak, apalagi dia (pelaku) dalam kondisi mabuk," ungkapnya. Menurut Idarayani, dirinya memang kerap mendapat perlakuan kasar sejak tiga tahun menjalin hubungan asmara dengan pelaku. Hal tersebut tidak pernah dilaporkan ke polisi karena masih sayang dengan pelaku. "Sudah lama pacaran sekira tiga tahun, memang sering dipukul. Selama ini tidak putus karena masih sayang, apalagi tidak parah, sekarang caranya sudah kelewat batas jadi saya laporkan," ungkapnya kesal. Idarayani menegaskan jika dirinya enggan berdamai dengan pelaku. Korban mengaku sakit hati, apalagi dirinyalah yang selama ini memberikan biaya hidup untuk pelaku. "Sekarang sudah tidak mau damai, tidak ada kata ampun. Hari-hari dia (pelaku) minum, tidak ada kerjaan, yang nafkahi saya," pungkasnya. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman