Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Pemeriksaan Anak Diduga Korban Kekerasan Seksual Ayahnya di Polman Libatkan P2TP2A

Penulis / Redaksi: admin
Senin, 17 Januari 2022 19:32 WITA 528 tayangan 3 menit baca
Pemeriksaan Anak Diduga Korban Kekerasan Seksual Ayahnya di Polman Libatkan P2TP2A
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI,- Sat Reskrim Polres Polewali Mandar libatkan Petugas Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), untuk selidiki kasus kekerasan seksual yang dilakukan seorang petani berusia 45 tahun terhadap anaknya berusia 27 tahun di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.  Polisi belum memastikan dugaan penyebab kejadian memilukan tersebut, apalagi sang anak memberikan keterangan berubah-ubah. “Satreskrim sementara melakukan pendampingan dengan instansi terkait perlindungan perempuan dan anak, P2TP2A, untuk melakukan pemeriksaan terhadap anak dari terduga pelaku, dan akan dilakukan pendampingan kondisi psikologis terhadap anak tersebut,” kata Kasat Reskrim Polres Polewali Mandar, IPTU Agung Setya Negoro kepada wartawan, Senin siang (17/01/2022. Meski begitu, Agung memastikan, penanganan terhadap sang ayah yang diduga sebagai terduga pelaku, tetap dilakukan polisi kendati saat ini terduga pelaku sedang sakit dan jalani perawatan oleh keluarganya. “Walaupun kondisi terduga pelaku dalam keadaan  sakit, Satreskrim tetap tindak lanjuti laporan tersebut untuk penyelidikan,”pungkasnya. Sebelumnya, korban diketahui memberi keterangan mengejutkan saat diperiksa polisi. Ia mengaku perbuatan terduga pelaku terhadap dirinya dilakukan tanpa unsur paksaan. “Baru pemeriksaan awal, dia (korban) membenarkan kalau yang menghamilinya adalah ayahnya. Tapi tidak ada paksaan,”ujar Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Polewali Mandar, Muliono saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (16/01) kemarin. Karena itu, Muliono menegaskan, penyidik akan melakukan pendalaman, untuk menepis kemungkinan sang anak sengaja membuat pengakuan tersebut demi melindungi ayahnya. “Ya seperti itulah, tapi kita belum bisa memastikan apakah korban sengaja ingin melindungi orang tuanya atau seperti apa. Tapi dari hasil pemeriksaan awal seperti itu (tidak ada paksaan),”pungkas mantan Kanit Reskrim Polsek Campalagian itu. Kasus kekerasan seksual ini mencuat, ketika warga di Kecamatan Tinambung, Kabupaten Polewali Mandar,  digegerkan kabar seorang wanita tanpa suami melahirkan. “Disampaikan bahwa ada salah satu warga, yang melahirkan namun tidak diketahui siapa bapaknya. Setelah dilakukan croscek ternyata betul ada kejadian seperti itu,”ungkap Kapolsek Tinambung AKP Rustam Gani saat dikonfirmasi wartawan di kantornya, Jumat (14/01). Polisi bersama pemerintah desa setempat meminta keterangan korban. Diakui ayah bayi yang baru dilahirkannya adalah warga Mamuju dan sudah meninggal dunia. Kecurigaan muncul, lantaran beberapa saat kemudian korban  mememberikan keterangan berbeda. “Setelah beberapa jam dia (korban) mengaku dihamili orang Kalukku. Saat itu pihak keluarga bersepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,”terangnya. Bahkan menurut Rustam, korban memberikan pengakuan kepada Kepala Desa setempat bahwa pria yang menghamilinya hingga akhirnya melahirkan   adalah ayahnya sendiri. “Berdasarkan informasi dari Kepala Desa, korban mengaku jika yang menghamilinya adalah bapaknya,”beber Rustam. Pengakuan dari korban sempat menggegerkan warga setempat. Bahkan istri tersangka yang tidak lain adalah ibu korban, sempat shock meminta tersangka yang saat itu sedang terbaring sakit untuk angkat kaki dari rumahnya. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman