Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Dalami Ilmu, Pemuda Asal Tenggelang Terpaksa Dirantai

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 21 Februari 2019 17:48 WITA 959 tayangan 2 menit baca
Dalami Ilmu, Pemuda Asal Tenggelang Terpaksa Dirantai
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
LUYO, - Nasib malang ini dialami Saharuddin (26 tahun), pemuda asal Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar. Sudah lebih dari 10 tahun lamanya, bungsu dari lima bersaudara pasangan Haji Sannang dan Nur Rusiah ini, harus menjalani hidup dengan kondisi memprihatinkan, lantaran tangan dan kakinya diikat menggunakan rantai baja yang diberi gembok. Pihak keluarga mengaku terpaksa melakukan ini, untuk mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan, lantaran Saharuddin diketahui menderita gangguan jiwa. “ terpaksa kami rantai karena takut, jangan sampai dia mengganggu atau dipukul orang jika dibiarkan berkeliaran bebas karena kondisinya yang tidak sehat “ kata sang ibu Nur Rusiah, kepada wartawan, Kamis (21/02/19). Diceritakan, kondisi kejiwaan Saharuddin mulai mengalami gangguan, saat mendalami ilmu kegamaan “ jadi berawal saat belajar ilmu agama, tiba-tiba dia selalu merasa ketakutan, hingga kerap bepergian yang tidak jelas tujuannya kemana “ ungkap Nur Rusiah menceritakan. Diakui , Saharuddin sudah pernah dibawa ke rumah sakit untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya, namun hingga sekarang ini, kondisinya masih tetap sama. “ sudah berulang kali kita bawa ke rumah sakit, bahkan sampai ke rumah sakit jiwa, tapi belum ada perubahan, kami justru pernah dibuat kaget, karena dia kabur dari rumah sakit saat jalani perawatan “ tutur Nur Rusiah sembari tertawa. Bahkan disebutkan, selain menempuh pengobatan medis, pihak keluarga juga pernah meminta bantuan orang pintar dengan harapan Saharuddin bisa sembuh dari penyakitnya “ kami sudah lakukan berbagai macam cara agar Saharuddin bisa sembuh, bahkan sudah 44 orang pintar yang kami mintai pertolongan tetapi hasilnya masih sama, sedikit uang untuk kebutuhan sehari-hari habis untuk biaya berobat “. Sementara itu, salah seorang warga Abdul Sukur berharap, agar pemerintah setempat terus memberikan perhatian, agar kondisi Saharuddin bisa kembali normal “ kami tentunya sangat mengharapkan agar pemerintah tidak berhenti memberikan perhatian, karena jika terus menerus dibiarkan dalam kondisi seperti ini, maka hampir dapat dipastikan kondisi kejiwaannya bukannya sembuh, tapi akan semakin memburuk “ harapnya. Berdasarkan pantauan wartawan, Saharuddin dirantai pada sebuah pondok berukuran tidak lebih dua kali dua meter, yang berada di belakang rumahnya. Pondok yang lebih mirip dengan kandang ayam ini, tidak memiliki dinding, bahkan hanya bagian tengahnya yang diberi lantai menggunakan beberapa lembar papan. Pihak keluarga mengaku, di tempat ini, Saharuddin sejak sepuluh tahun terakhir, menjalani aktifitas sehari-hari, tidak hanya makan dan tidur, tetapi juga mandi dan buang kotoran. Saharuddin diketahui pernah berhasil melarikan diri dari rantai yang mengikat kaki dan tangannya, bahkan menyerang ibunya sendiri saat merasa marah. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman