Oknum Pimpinan Madrasah di Polman Cabuli Santri Dinonaktifkan-Terancam Dipecat
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 26 September 2023 15:39 WITA
596 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Kementerian Agama Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, menonaktifkan oknum pimpinan Madrasah Tsanawiyah berinisial AR (49 tahun) yang diamankan polisi usai dilaporkan mencabuli salah satu siswinya usia 13 tahun. Tersangka yang berstatus sebagai ASN (Aparatur Sipil Negara) juga terancam sanksi pemecatan.
"Satu tindakan yang langsung diambil berdasarkan koordinasi dengan pimpinan kepala kantor yakni mengamankan lembaga dengan cara menonaktifkan dulu secara lisan kepala madrasah (AR)," kata Kasubag TU Kemenag Polman, Mimsyad Rusli kepada wartawan, Senin (25/09/2023).
Menurut Mimsyad, pihaknya masih menunggu usulan dari pihak Yayasan terkait siapa yang akan ditunjuk secara definitif untuk menggantikan AR sebagai pimpinan Madrasah.
"Jadi kita menunggu dari yayasan pengusulannya siapa, itu yang akan diproses. Yang jelas secara teknis dinonaktifkan dulu. Sementara sudah ada ditunjuk semacam pelaksana di sana," jelasnya.
Mimsyad juga membenarkan, jika AR merupakan salah satu ASN di bawah naungan Kementerian Agama.
"Iya, iya, ASN," tuturnya.
Terkait itu, Mimsyad menegaskan jika AR terancam sanksi pemecatan jika terbukti bersalah.
"Kalau tersandung kasus apa kita tunggu resminya, seperti apa hasil akhir dari penanganan hukum baru kita tindaki.( usulan pemecatan) artinya kita melihat dulu putusannya apa sampai di meja hijau," pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, oknum pimpinan Madrasah Tsanawiyah berinisial AR (49) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar) diamankan polisi usai diduga mencabuli salah satu siswinya berusia 13 tahun. AR diamankan untuk menghindari amukan keluarga korban.
"Diraba-raba bagian sensitif (korban)," ujar Kasat Reskrim Polres Polman Iptu I Gusti Bagus Krisna Wardhana kepada wartawan, Kamis (21/9/2023).
AR diamankan di salah satu desa di Kecamatan Campalagian, Polman pada Rabu malam (20/9). Pelaku diamankan setelah korban menceritakan perbuatan pelaku ke keluarganya.
"Setelah korban bercerita menimbulkan reaksi dari keluarga dan tetangga hingga akhirnya berkumpul semua ke rumah terduga pelaku," ungkap Gusti. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.