Jakarta - Kematian Demas Laira (DL), wartawan media online di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, hingga kini belum terungkap. Motif penganiayaan dengan 17 tusukan di tubuh korban belum juga dirilis kepolisian.
Tidak membiarkan kondisi ini berlarut-larut, Dewan Pers membentuk tim untuk melakukan investigasi. Langkah tersebut didukung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
"Iya kita mendukung sepenuhnya langkah Dewan Pers," kata Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, kepada paceko.com, Sabtu (12/09/2020).
Hal lain diungkapkan Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan, Ocktap Riady. Dia menegaskan PWI Pusat merekomendasi Mursalim Majid, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Sulawesi Barat menjadi anggota tim.
"Sampai sekarang pengusutan yang dilakukan polisi belum menunjukan titik terang siapa pelaku pembunuhan wartawan di Mamuju, Sulbar," ujar Ocktap
Ocktap menyebut, pembentukan tim investigasi oleh Dewan Pers lebih bersifat mencari benang merah antara tulisan korban yang dimuat di media online. Apakah terkait dengan kasus ini kemudian menelusuri siapa saja yang diduga tersiggung dengan berita yang dibuat korban.
"Ini cuma analisa, tetapi saya yakin tim investigasi akan bekerja melalui link berita korban," katanya.
Dia juga meminta semua pihak manapun tidak berupaya mempersulit kerja tim investigasi.
"Biar masalah ini cepat terungkap tolong bantu tim investigasi yang dibentuk Dewan Pers", pungkasnya.
Tim investgasi terdiri dari wakil organisasi pers seperti PWI, AJI, AMSI dan IJTI. (man) Motif Belum Terungkap, Dewan Pers Bentuk Tim Investigasi Kematian Wartawan DL
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 13 September 2020 10:54 WITA
617 tayangan
2 menit baca
Jakarta - Kematian Demas Laira (DL), wartawan media online di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat, hingga kini belum terungkap. Motif penganiayaan dengan 17 tusukan di tubuh korban belum juga dirilis kepolisian.
Tidak membiarkan kondisi ini berlarut-larut, Dewan Pers membentuk tim untuk melakukan investigasi. Langkah tersebut didukung Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
"Iya kita mendukung sepenuhnya langkah Dewan Pers," kata Ketua Umum PWI Pusat, Atal S Depari, kepada paceko.com, Sabtu (12/09/2020).
Hal lain diungkapkan Ketua Bidang Advokasi dan Pembelaan Wartawan, Ocktap Riady. Dia menegaskan PWI Pusat merekomendasi Mursalim Majid, Wakil Ketua Bidang Pembelaan Wartawan PWI Sulawesi Barat menjadi anggota tim.
"Sampai sekarang pengusutan yang dilakukan polisi belum menunjukan titik terang siapa pelaku pembunuhan wartawan di Mamuju, Sulbar," ujar Ocktap
Ocktap menyebut, pembentukan tim investigasi oleh Dewan Pers lebih bersifat mencari benang merah antara tulisan korban yang dimuat di media online. Apakah terkait dengan kasus ini kemudian menelusuri siapa saja yang diduga tersiggung dengan berita yang dibuat korban.
"Ini cuma analisa, tetapi saya yakin tim investigasi akan bekerja melalui link berita korban," katanya.
Dia juga meminta semua pihak manapun tidak berupaya mempersulit kerja tim investigasi.
"Biar masalah ini cepat terungkap tolong bantu tim investigasi yang dibentuk Dewan Pers", pungkasnya.
Tim investgasi terdiri dari wakil organisasi pers seperti PWI, AJI, AMSI dan IJTI. (man) admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.