Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Meski Gempa tak Berpotensi Tsunami, Warga Desa Taan Mengungsi

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 14 Januari 2021 21:44 WITA 578 tayangan 2 menit baca
Meski Gempa tak Berpotensi Tsunami, Warga Desa Taan Mengungsi
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMUJU- Gempa 5,9 magnitudo yang terjadi di Majene, Sulawesi Barat, Kamis (14/01/2021), membuat warga panik. Tak terkecuali di Mamuju yang getarannya cukup terasa. Sebagian ada yang terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi lantaran takut gempa susulan dan tsunami. Meskipun gempa tidak berpotensi tsunami masyarakat terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih tinggi. Padahal, BMKG sudah meminta masyarakat tenang karena tidak ada potensi tsunami. Warga Desa Taan, Kecamatan Tapalang, Kabupaten Mamuju, dan Desa Mekkatta Selatan, Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene, terpantau Paceko.com grup Siberindo.co, kini sedang berada di pengungsian. “Meskipun kami sudah berupaya menenangkan, namun secara psikologis warga lebih merasa aman jika mengungsi,” ujar Kepala Desa Taan, Kecamatan Tapalang, Rahmat Kasim, Kamis malam (14/1/2021). Ia mengatakan, kondisi psikis masyarakat pesisir ketika ada gempa akan selalu dihantui akan disertai terjadinya tsunami. “Ini yang ada di pikiran mereka, meskipun usai gempa pemerintah melalui BMKG mengumumkan tidak berpotensi tsunami,” tutur Rahmat. Rahmat menambahkan, di desa yang berbatasan dengan Desa Maliaya, Kecamatan Malunda, itu memang beberapa rumah warga yang rusak karena getaran gempa. Kerusakan tempat tinggal warga, menurut Mahyuddin, Kepala Dusun Tajimane, memang ada puluhan. Malah ada yang rubuh. “Kalau di dusun kami tidak kurang dari 10 rumah yang rusak,” terang Mahyuddin. Sementara pengungsian warga di Tajimane tidak bisa dihindari. “Warga sebagian besar mengungsi ke rumah-rumah kebun mereka yang ada di ketinggian, ada pula yang menumpang di rumah keluarganya,” terang Mahyuddin. Soal pengungsian beberapa saat setelah gempa, juga terjadi di Desa Mekkatta Selatan, Kabupaten Majene. Rata-rata warga ketakutan akan terjadi tsunami. “Kondisi seperti ini memang meresahkan, tapi untuk melarang masyarakat mengungsi tidak gampang,” kata Suaib, warga Tanisi, Mekkatta Selatan. Karena itu, baik Rahmat Kasim, Mahyuddin, maupun Suaib, meminta agar kondisi warga di pengungsian hendaknya mendapat perhatian pemerintah secepatnya. Jangan dibiarkan berlarut-larut. (sur/red)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman