WONOMULYO,- Nasib malang dialami KS (33 tahun), warga Desa Sugihwaras, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Sudah enam bulan terakhir, pemuda yang diketahui menderita gangguan jiwa ini, terpaksa kembali dipasung, dalam ruangan bekas kamar mandi di samping rumahnya.
Kedua kaki KS dipasung menggunakan kayu besar sepanjang dua meter. Dengan kondisi kaki terpasung, KS menjalani hari-harinya pada satu tempat yang sama dengan kondisi memprihatinkan, mulai dari makan, tidur, mandi hingga buang kotoran.
Aksi pemasungan dilakukan keluarga, lantaran resah dengan KS yang kerap mengamuk, “ Kita bingung, kalau tidak dipasung dia suka ngamuk bahkan merusak barang, pernah kita ganti rugi barang tetangga karena dirusak “ kata sang ayah, Wirono kepada wartawan yang berkunjung, Selasa kemarin (29/10/19).
Diakui Wirono, KS sebenarnya sudah berulang kali menjalani perawatan di rumah sakit jiwa Makassar, Sulawesi Selatan, namun selalu melarikan diri, “ Sudah tiga kali di bawa ke rumah sakit, terakhir pada tahun 2018, baru satu bulan disana, dia langsung kabur “ ungkapnya.
Kondisi tersebut membuat keluarga bingung, lantaran sudah kehabisan biaya untuk membawa KS ke rumah sakit. Selama ini biaya perawatan KS ditanggung menggunakan BPJS Mandiri, yang biaya bulanannya sudah tidak dibayar lagi karena ketiadaan biaya, akibat belitan kemiskinan.
Sehari-hari, ayah KS hanya berprofesi sebagai penarik becak motor, dengan upah 10-20 ribu rupiah perhari.

Wagien sang ibu mengatakan, gangguan kejiwaan yang dialami KS telah terjadi sejak tahun 2010 silam, “ Waktu itu dia bekerja sebagai kuli bangunan di Kabupaten Mamuju, belum lama di sana, oleh temannya KS diantar pulang karena jatuh sakit, lantaran sering merasa kepanasan “ ujarnya.
Kondisi tersebut diperparah, lantaran KS enggan meminum obat yang diberikan petugas kesehatan, “ Kalau ada obat dari petugas pasti dibuang, kalaupun dipaksa minum obat tidak pernah ditelan “ jelas Wagien lirih.
Karena prihatin melihat kondisi anaknya yang kerap mengamuk dan terpaksa dipasung, membuat Wagien sang ibu kerap jatuh sakit.
Kendati sering mendapat kunjungan dari pemerintah setempat termasuk petugas kesehatan, pihak keluarga berharap ada upaya yang dapat dilakukan agar KS dapat segera sembuh dari penyakit yang dideritanya. (Thaya)