Longsor Tutup Akses Jalan di Mamasa, Sejumlah Kendaraan Terjebak Lumpur
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 7 Mei 2022 10:39 WITA
530 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Tingginya curah hujan mengakibatkan akses jalan di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, tertutup longsor. Berbekal alat seadanya, warga bahu membahu menyingkirkan material longsor dan mengevakuasi kendaraan yang terjebak lumpur.
Berdasarkan pantauan wartawan, ratusan kendaraan masih tertahan di lokasi, kendati material longsor yang menutup jalan sudah bersihkan warga menggunakan alat seadanya. Permukaan jalan yang masih berlumpur dan becek membuat pengendara kesulitan melintas.
Peristiwa tanah longsor yang menutup akses penghubung Kabupaten Mamasa dan Kabupaten Polewali Mandar ini, terjadi di Desa Tamalantik, Kecamatan Tanduk Kalua. Longsor terjadi sejak Jumat malam (06/5) sekira pukul 22:30 wita. Ratusan kendaraan tertahan, lantaran kesulitan menembus jalan yang dipenuhi longsoran.
“Sejak jam sepuluh lewat, mobil sudah menumpuk. Longsor terjadi, karena hujan deras seharian sampai malam,”kata Kepala Dusun Salubanga, Desa Talamantik, Salmon kepada wartawan, Sabtu pagi (7/5/2022).
Menurut Salmon, proses pembersihan terpaksa dilakukan warga menggunakan alat seadanya karena alat berat belum tiba di lokasi. Diakui, antrian panjang kendaraan sudah mengular sejauh ratusan meter.
“Kita sudah hubungi alat berat, tapi belum ada sampai ke sini, jadi dikerjakan manual dulu. Sementara sejak semalam mobil sudah menumpuk di sini, mungkin ada sekitar 150 meter mobil menumpuk berjam-jam di sini,”terangnya.
Salah satu pengendara, Anto berharap kepada pemerintah agar menyiagakan alat berat saat kondisi cuaca memburuk seperti sekarang. Ia mengaku, sudah semalaman terjebak longsor di tempat ini.
“Sejak jam dua belas malam sudah di sini karena longsor. Bagus kalau ada alat berat standby, untuk mengantisipasi kondisi seperti sekarang (longsor) agar akses jalan cepat lancar,”pungkas Anto yang mengaku membawa pemudik dari Makassar tujuan Mamasa.
Mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan, warga khususnya para pengendara diimbau untuk selalu waspada saat melintasi jalur ini. Longsor susulan rawan terjadi, karena kondisi tebing di sisi jalan menjadi labil saat diguyur hujan deras. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.