Longsor di Bambang Mamasa Timbun Areal Persawahan - Putus Aliran Listrik 10 Desa
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 23 Mei 2024 18:01 WITA
1,014 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Bencana tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kecamatan Bambang, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Selasa (21/05), juga menimbun belasan hektar areal persawahan warga. Bahkan, aliran listrik menuju 10 desa hingga saat ini dilaporkan masih terputus.
“Areal persawahan masih sementara kami data, di Salukapopo sekitar 6 hektar, kemudian akan masuk lagi datanya, sekitar jam 11 kami update, bisa belasan hektar,” kata Camat Bambang Arvin Ital Putra kepada wartawan melalui sambungan telepon, Kamis (23/05/2024).
Selain itu, Arvin juga menyebut longsor memutus aliran listrik menuju 10 desa di wilayahnya. Hal tersebut disebabkan karena sejumlah tiang listrik yang berada di sisi jalan ikut tertimbun material longsor.
“Tiang (listrik) tertimbun, ada mungkin sekitar 10 desa yang tidak dialiri listrik pasca longsor,” ungkapnya.
Dia mengaku telah menghubugi pihak PLN agar segera membenahi jaringan listrik menuju desa terdampak. Hanya saja, kata Alvin, petugas PLN sulit melakukan penanganan karena terhalang longsor yang menutup akses jalan.
Menurut Alvin, putusnya aliran listrik juga berdampak pada jaringan komunikasi warga.
“Listrik masih padam, konfirmasi dari PLN menuggu terbukanya longsor di Desa Bambang, di Rantepalado, karena di situ suplay utama dari Mambi, akses utama roda empat belum bisa masuk, jadi kita menuggu sampai terbuka sambil dibenahi,” terangnya.
“Ini karena mati lampu, beberapa desa mati lampu jadi jaringan tentu sudah tidak ada di bagian- bagian dalam, sekitar 10 desa sulit jaringan,” sambung Alvin.
Alvin menuturkan, pihaknya sangat membutuhkan alat penerangan untuk membantu warganya.
“Kita butuh alat penerangan, lilin, lampu pelita sederhana, lampu cash, fasilitas komunikasi dan fasilitas listrik yang kita butuhkan sekarag,” pungkasnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.