Lima Desa Terdampak Banjir di Tapango-Paling Parah Riso
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 15 Oktober 2022 21:34 WITA
605 tayangan
2 menit baca
TAPANGO,- Lima Desa di Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), dilaporkan terdampak banjir akibat luapan sungai. Desa Riso mengalami dampak paling parah akibat peristiwa ini.
“Kalau terdampak untuk sementara ada lima desa, yang paling parah di Desa Riso karena mereka di bantaran sungai,”kata Sekcam Tapango Hirawati saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu malam (15/10/2022).
Banjir luapan sungai menerjang daerah ini sekira pukul 13:00 wita, Sabtu (15/10). Sebelumnya hujan lebat mengguyur beberapa jam. Ketinggian banjir yang menerjang pemukiman warga bervariasi, hingga mencapai satu koma lima meter.
Hirawati menyebut empat desa terdampak banjir lain, diantaranya Desa Kalimbua, Desa Kurrak, Desa Tapango dan Desa Dakka.
Menurut Hirawati, di Desa Kurrak ada satu dusun yang terisolir karena longsor. Bahkan dari data yang diperoleh, terdapat sedikitnya 20 titik longsor yang melumpuhkan aktivitas warga di daerah itu.
“Satu dusun terisolir karena jalan tertimbun longsor, bahkan laporannya ada 20 titik longsor, makanya warga di sana minta bantuan eskavator secepatnya,”ungkapnya.
Selain itu, Hirawati juga menyebut satu warga di Desa Kalimbua dilaporkan hilang lantaran terseret arus saat banjir menerjang.
“Upaya pencarian telah dilakukan, namun untuk sementara dihentikan, karena kondisi sedikit agak gelap, takutnya hujan lagi di hulu,”tuturnya.
Diakui Hirawati, dirinya belum menerima laporan, terkait dampak yang ditimbulkan akibat banjir yang menerjang dua desa lainnya, yakni Desa Tapango dan Desa Bakka. Menurutnya, kedua desa tersebut hanya menerima banjir kiriman.
“Kalau untuk (desa) Tapango saya belum tau datanya, kalau di Dakka sekitaran sawah (terdampak),”bebernya.
Meski banjir sudah surut, Hirawati mengimbau warga khususnya yang bermukim di lereng gunung dan bantaran sungai agar tetap waspada.
“Untuk sementara warga kita imbau tetap waspada, khususnya yang tinggal di lereng dan bantaran sungai,”tutupnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.