Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Kronologi Santri Ponpes Al Wasilah Lemo Polman Terbakar Saat Istirahat

Penulis / Redaksi: admin
Sabtu, 12 Agustus 2023 18:47 WITA 645 tayangan 3 menit baca
Kronologi Santri Ponpes Al Wasilah Lemo Polman Terbakar Saat Istirahat
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
POLEWALI MANDAR,- Delapan santri Pondok Pesantren (Ponpes) Al Wasilah Lemo di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Mereka terbakar ketika sedang beristirahat dalam salah satu ruangan di gedung Balai Latihan Kerja (BLK). Pantauan wartawan, Selasa (12/08), ruangan tempat delapan santri mengalami musibah terbakar berukuran sekira 3x3 meter. Di ruangan itu terdapat sejumlah kursi lipat dan sebuah sound system yang ikut hangus terbakar. “Mereka sedang istirahat di ruangan itu,” kata instruktur BLK Ponpes Al Wasilah Lemo, Muddin (53 tahun) kepada wartawan, Sabtu (12/08/2023). Muddin menuturkan, para korban merupakan santri kelas tiga di Madrasah Aliyah Ponpes Al Wasilah Lemo. Sesaat sebelum kejadian, seluruh korban sedang mengikuti pelatihan pembuatan kursi kayu. “Yang jadi korban ini semuanya kelas tiga. Sebelumnya mereka sedang mengikuti pelatihan pembuatan kursi,” ungkapnya. Muddin mengungkapkan, insiden kebakaran baru diketahui setelah mendengar suara teriakan para santri. Sebab dirinya sedang berada di luar ruangan gedung BLK. “Tadi saya lagi di luar ruangan, saya masuk setelah anak-anak teriak bilang ada api,” ujarnya. Lebih lanjut dia mengatakan, kobaran api yang membakar delapan santrinya tersebut berlangsung beberapa menit. Beberapa santri yang terbakar langsung berlarian ke luar ruangan mencari pertolongan. “Apinya tidak besar, hanya nyala terus sekira lima menit. Pas tebrakar, dia (korban) langsung keluar semua,” tutur Muddin. Muddin mengatakan, kobaran api berhasil dipadamkan setelah santri lain berdatangan membawa ember berisi air. Sejumlah korban juga disebut berusaha menyelamatkan diri dengan cara memecahkan kaca ruangan yang terbakar. “Mungkin yang berdarah itu kena pecahkan kaca, karena pas mau keluar dia pecahkan kaca,” tuturnya. Muddin mengaku tidak mengetahui secara pasti, mengapa ruangan tempat delapan santrinya sedang beristirahat bisa terbakar. Namun begitu, dia mengaku jika sebelumnya telah mengingatkan para santri agar berhati-hati terhadap cairan thinner yang berada di dalam ruangan tersebut. “Memang ada thinner di dalam, saya sampaikan agar dijaga karena ini thinner bukan air. Entah bagaimana tetiba terbakar, saya juga kurang pasti apa penyebabnya, saya tidak tahu apa karena rokok atau bagaimana, tidak ada juga korsleting listrik,” pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, sebanyak delapan santri Madrasah Aliyah Al Wasilah Lemo di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, dilarikan ke rumah sakit karena menderita luka bakar serius di sekujur tubuhnya. Mereka terbakar akibat ledakan cairan thinner yang menyebabkan kebakaran. "Adapun dugaan penyebab terbakarnya santri yang sementara melakukan latihan akibat apinya thinner," kata Kapolsek Binuang, Iptu Muh Rumah Kasim kepada, wartawan Sabtu (12/8/2023). Insiden terjadi sekira pukul 10:45 Wita, di gedung balai latihan kerja, Pondok Pesantren Al Wasilah Lemo, Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Sabtu (12/8). Santri yang terbakar merupakan peserta latihan kerja. Seluruh korban telah dievakuasi ke rumah sakit Hajja Andi Depu Polewali untuk jalani perawatan. "Korban ada delapan orang sementara kami bawa ke rumah sakit. Mereka menderita luka bakar di tubuh kurang lebih 40 persen, " ungkap Rum.  (thaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman