Korban Hilang Diduga Tenggelam di Sungai Mapilli Bertambah Jadi 3 Orang
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 26 Mei 2020 03:46 WITA
1,160 tayangan
3 menit baca
POLEWALI,- Jumlah korban hilang diduga tenggelam di Sungai Mapilli, saat menghindari polisi yang melakukan penggrebekan arena judi sabung ayam di Desa Botto, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Senin sore (25/05/20), bertambah menjadi tiga orang.
Korban baru bernama Asrar alias Aco (19 Tahun), warga Desa Segerang, Kecamatan Mapilli.
Pihak keluarga menduga korban ikut tenggelam, lantaran sampai saat ini belum kembali ke rumah. Sebelumnya, korban diketahui berada di arena judi sabung ayam yang digrebek polisi.
“ Memang belum bisa dipastikan apakah dia (Asrar) hilang lantaran melompat ke dalam sungai atau tidak, tapi sampai sekarang dia belum kembali ke rumah, padahal dia juga ada di lokasi sabung yang digrebek “ kata keluarga korban Pakci, kepada wartawan melalui sambungan telepon, Senin malam.
Menurut Pakci, dugaan diperkuat oleh keterangan seorang warga, yang mengaku sempat masuk ke sungai untuk menolong pria yang hanyut, namun dilepaskan karena tidak sanggup menahan derasnya arus sungai, “ Tadi ada warga yang mengaku sempat mencoba menolong pria yang hanyut. Memang wajahnya tidak jelas, tapi menurutnya pria yang hendak ditolong memakai jam tangan, kebetulan korban yang hilang juga memakai jam tangan “ ungkapnya
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Desa Segerang Andi Ahmad membenarkan total warga yang hilang saat menghindari penggrebekan polisi di arena judi sabung ayam menjadi tiga orang, “ Betul sampai saat ini warga yang dikabarkan hilang jumlahnya sudah tiga orang, dua yang sudah dipastikan tenggelam berdasarkan keterangan saksi, sementara satu lainnya belum diketahui dikeberadannya, kemungkinan juga ikut tenggelam “ ujarnya
Andi berharap, jumlah tersebut tidak terus bertambah, apalagi saat penggrebekan banyak warga yang dikabarkan nekat melompat ke dalam sungai, lantaran takut ditangkap polisi, “ Semoga saja tidak ada korban yang lain, karena menurut informasi tadi ada banyak warga yang kabur dengan jalan melompat ke dalam sungai saat digrebek polisi “ harapnya.
Pasca kejadian, puluhan warga bersama aparat kepolisian Polres Polman dan Bhabinsa Koramil 1042-02 Wonomulyo, langsung melakukan penyisiran di Sungai Mapilli untuk menemukan ketiga korban. Penyisiran yang berlangsung hingga tengah malam dilakukan menggunakan perahu tradisional.
“ Pencarian malam ini belum membuahkan hasil, Insya Allah akan kita lanjutkan Selasa besok, Basarnas Sulbar juga sudah berangkat kesini untuk membantu kita melakukan pencairan para korban. Semoga semuanya bisa segera ditemukan “ pungkas Andi Ahmad.
Sebelumnya diberitakan, dua warga masing-masing bernama Hasanuddin (45 Tahun) warga Desa Segerang, Kecamatan Mapilli, dan Saparuddin (40 Tahun), warga Desa Baru, Kecamatan Luyo, hilang lantaran nekat melompat ke dalam sungai, saat menghindari polisi yang melakukan penggrebekan di arena judi sabung ayam.
Peristiwa diketahui, saat sejumlah warga Desa Segerang melihat keduanya hanyut terbawa arus Sungai Mapilli.
Para korban diduga kelelahan saat berenang, mencoba menyebrangi sungai Mapilli , yang memiliki lebar 120 meter dengan kedalaman 4 meter. Apalagi saat kejadian, kondisi sungai sedang berarus deras. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.