Korban Berikan Pengakuan Mengejutkan, Polisi Dalami Dugaan Kasus Kekerasan Seksual Ayah-Anak di Polman
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 16 Januari 2022 18:26 WITA
366 tayangan
2 menit baca
POLEWALI,- Penyelidikan dugaan kasus kekerasan seksual yang dilakukan seorang petani berusia 45 tahun terhadap anak kandungnya berusia 27 tahun di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terus dilakukan polisi. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal polisi, korban memberikan pengakuan mengejutkan, bahwa peristiwa yang dialaminya terjadi tanpa unsur paksaan.
“Baru pemeriksaan awal, dia (korban) membenarkan kalau yang menghamilinya adalah ayahnya. Tapi tidak ada paksaan,”ujar Kanit PPA Polres Polewali Mandar IPDA Muliono saat dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (16/01/2022).
Karena itu, Muliono mengaku akan melakukan pendalaman, untuk menepis kemungkinan korban sengaja membuat pengakuan tersebut untuk melindungi ayahnya.
“Ya seperti itulah, tapi kita belum bisa memastikan apakah korban sengaja ingin melindungi orang tuanya atau seperti apa. Tapi dari hasil pemeriksaan awal seperti itu (tidak ada paksaan),”ungkap mantan Kanit Reskrim Polsek Campalagian itu.
Ia menegaskan, akan meminta keterangan saksi lainnya untuk mengungkap kebenaran kasus yang menggegerkan ini. Apalagi saat ini terduga tersangka dalam perawatan keluarganya karena sakit.
“Kita dalami dulu laporannya, karena laporannya kekerasan seksual, sementara korban sendiri mengatakan tidak ada kekerasan. Masih butuh pendalaman, jangan sampai nanti berulang keterangan (korban) karena masih shok atau apa. Nanti kalau sudah cukup keterangan saksi-saksi, kita minta keterangan terduga tersangka, karena dia lagi sakit, tidak bisa jalan, kakinya mengecil, lumpuh,”beber Muliono.
Sebelumnya diberitakan, dugaan tindak kekerasan seksual yang dilakukan seorang ayah terhadap anaknya terjadi di Kecamatan Tinambung. Berawal informasi meresahkan yang diperoleh polisi pada Jumat lalu (07/01). Terkait kabar seorang wanita yang tidak memiliki suami melahirkan anak.
“Disampaikan bahwa ada salah satu warga, yang melahirkan namun tidak diketahui siapa bapaknya. Setelah dilakukan croscek ternyata betul ada kejadian seperti itu,”ujar Rustam.
Menurut Rustam, ketika polisi bersama pemerintah desa setempat meminta keterangan korban, diakui ayah bayi yang baru dilahirkannya adalah warga Mamuju dan sudah meninggal dunia. Kecurigaan muncul, berselang beberapa saat korban memberikan keterangan berbeda.
“Setelah beberapa jam dia (korban) mengaku dihamili orang Kalukku. Saat itu pihak keluarga bersepakat untuk menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan,”terangnya.
Beberapa hari kemudian, korban mengaku jika pria yang menghamilinya hingga akhirnya melahirkan, adalah ayahnya sendiri.
“Berdasarkan informasi dari Kepala Desa, korban mengaku jika yang menghamilinya adalah bapaknya,”beber Rustam.
Pengakuan dari korban sempat menggegerkan warga setempat. Bahkan istri tersangka yang tidak lain adalah ibu korban, sempat shock meminta tersangka yang saat itu sedang terbaring sakit untuk angkat kaki dari rumahnya. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.