Keluarga Husain yang Tewas Ditembak di Polman Minta Tersangka Dihukum Mati
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 27 Oktober 2025 05:37 WITA
342 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Empat pria masing-masing berinisial DR, F, AK dan AF telah ditetapkan sebagai tersangka penembakan tewaskan Husain (35) di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Keluarga korban berharap keempat tersangka dijatuhi hukuman mati.
"Diberikan hukuman setimpal, kalau bisa hukuman mati. Saya tidak mau kalau cuman dihukum dua puluh sampai tiga puluh tahun, harus seberat-beratnya," kata adik korban, Zahra kepada wartawan melalui sambungan telepon, Minggu (26/10/2025).
Zahra lalu mengungkap jika keempat tersangka berasal dari Desa Sabang Subik di Kecamatan Balanipa. Bahkan menurut Zahra, dua tersangka berinisial DR dan AF merupakan kakak beradik.
"Semuanya orang sabang subik, tetangga desa. Dia (tersangka) dari Desa Sabang Subik..Ada yang saya kenal, yang bersaudara, DR sama AF," terangnya.
Meski demikian, Zahra mengaku tidak tahu menahu persoalan korban sehingga nyawanya harus dihabisi.
"Tidak tahu juga masalah apa," ujarnya.
Zahra juga mengaku heran dan tidak menduga DR terlibat dalam kasus pembunuhan berencana ini. Apalagi dia mengetahui DR merupakan sosok pria baik.
"Saya saja heran, masa terlibat (DR) karena baik sekali. Perawakannya (DR) baik menurut saya," pungkasnya.
Kasus pembunuhan yang gegerkan warga ini terjadi di Desa Lagi-Agi, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu malam (20/9) sekira pukul 20.00 WITA. Korban Husain (35) ditemukan dalam kondisi bersimbah darah akibat tembakan di kepalanya.
Berdasarkan hasil penyelidikan polisi, tersangka DR diketahui sebagai pemilik pistol sekaligus eksekutor kasus pembunuhan ini.
"Yang eksekutor adalah saudara DR, pemilik senjata,..jelas direncanakan," kata Kasat Reskrim Polres Polman, AKP Budi Adi kepada wartawan, Senin (20/10). (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.