Kekurangan Ruang Kelas, SMAN 1 Alu Manfaatkan Ruang Laboratorium
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 6 Januari 2022 04:55 WITA
511 tayangan
2 menit baca
POLMAN - SMAN 1 Alu, Kecamatan Alu, Kabupaten Polewali Mandar terpaksa menyulap ruang laboratorium menjadi ruang kelas sementara. Itu sebagai solusi untuk mengatasi keterbatasan ruang kelas. Pasalnya, kebutuhan 12 ruang kelas, yang tersedia hanya 10 ruangan.
SMAN 1 Alu yang berlokasi di Desa Mombi, Kecamatan Alu, berdiri 2004 lalu. Hingga kini menampung 327 siswa yang kebanyakan anak-anak dari beberapa desa di Kecamatan Alu yang letaknya di seberang Sungai Mandar. Ratusan anak harus menyeberang sungai menggunakan rakit setiap hari untuk bersekolah.
Wakil Kepala SMAN 1 Alu, Nahar Buraera mengatakan kebutuhan tambahan ruang kelas seiring meningkatnya animo masyarakat menyekolahkan putra-putrinya di sekolah tersebut. Kondisi tersebut, sudah dilaporkan juga kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat, dengan harapan mendapat perhatian untuk mengatasi kendala keterbatasan ruang kelas.
"Untuk saat ini, salah satu kendala yang kami hadapi adalah kekurangan ruang kelas. Idealnya 12 ruang kelas, yang ada hanya sepuluh. Terpaksa kita manfaatkan ruang laboratorium untuk kebutuhan dua ruang kelas sementara. Masalah ini sudah dilaporkan ke provinsi (Dinas Pendidikan dan Kebudayaan) dengan harapan segera ada perhatian," jelas Nahar, di Mombi, Kecamatan Alu, Kamis pekan lalu.
Dijelaskan, bahwa SMAN 1 Alu mendapat alokasi Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2020 yang lalu. Namun, bukan untuk penambahan ruang kelas. Tapi, pembangunan dua unit rumah guru dan toilet siswa. "Yang sangat dibutuhkan untuk penambahan dua kelas baru. Yang datang, pembangunan rumah guru dan toilet siswa," ujarnya, bernada heran. Ia tidak menyebutkan jumlah biaya pembangunan sarana tersebut.
Selain keterbatasan ruang kelas, SMAN satu-satunya di Kecamatan Alu menghadapi juga kendala keterbatasan guru bidang studi, terutama untuk beberapa bidang studi yang belum ada gurunya. Bidang studi dimaksud, adalah kimia, matematika, penjaskes, prakarya, TI (teknologi informasi) dan BK (bimbingan konesling). Solusi sementara selama ini, katanya, adalah mendayagunakan SDM yang ada, termasuk guru non PNS menjadi tenaga pengajar rangkap.
Menurut Nahar, guru SMAN Alu yang berstatus PNS 10 orang dan 14 orang guru non PNS. "Guru PNS 10 orang. Sebelumnya 20, separuh pindah tugas. Guru honorer non PNS 14, beberapa dari mereka juga lolos seleksi PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja) di tempat lain," jelasnya. "Ada juga satu masalah yang sangat perlu perhatian, yaitu soal status tanah lokasi sekolah ini belum ada sertifikatnya sampai sekarang," imbuh Nahar. (emd)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.