Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Karena Patok Batas Tanah, Lansia asal Matakali Babak Belur Dianiaya Cucu

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 12 November 2019 20:24 WITA 895 tayangan 2 menit baca
Karena Patok Batas Tanah, Lansia asal Matakali Babak Belur Dianiaya Cucu
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!

MATAKALI,- Peristiwa memilukan dialami Cicci (79 tahun), warga Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar, Senin sore kemarin (11/11/19). Cicci menderita babak belur, akibat dianiaya oleh tetanggnya bernama Nurliati (25 tahun), yang tidak lain adalah cucunya sendiri.

Cicci dianiaya sang cucu setelah sebelumnya terlibat cekcok terkait patok batas tanah, “ Dia (Nurliati) marah, karena patok batas tanah yang dia pasang saya cabut, karena melewati batas “ sebut Cicci saat memberikan keterangan pada pihak berwajib di Polsek Wonomulyo, Selasa siang (12/11/19).

Akibat peristiwa penganiayaan tersebut, membuat kedua pergelangan tangan Cicci mengalami luka lebam , kepalanya juga menderita luka cukup serius, “ Luka itu saya dapatkan, setelah saya dipukul menggunakan kayu, kemudian diinjak, saya juga didorong hingga terjatuh, membuat kepala saya terbentur pada anak tangga hingga terluka “ terang Cicci dengan suara lirih.

Pasca melakukan penganiayaan, Nurliati diketahui meninggalkan Cicci dengan kondisi terluka. Sementara Cicci mendapat pertolongan dari warga, yang membawanya ke Puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan.

Usai menerima laporan dari korban, Satuan Reskrim Polsek Wonomulyo langsung mengamankan tersangka Nurliati di rumahnya.

Kepada Polisi, Nurliati membantah melakukan penganiayaan. Menurutnya, tindakan yang dilakukannya sebagai upaya membela diri setelah lebih dahulu mendapat serangan dari korban, “ Dia (Cicci) pukul mukaku pakai kayu, saya tidak ada niat untuk memukul soalnya dia juga bukan orang lain “ kilahnya.

Nurliati juga membeberkan, bahwa selama ini dirinya memang telah berulang kali terlibat keributan dengan korban, yang kerap melempari atap rumahnya menggunakan batu, “ Tapi saya selalu bersabar pak, cuman karena tindakannya sudah keterlaluan makanya saya sedikit emosi, padahal sebelumnya saya sudah laporkan masalah ini kepada pemerintah desa termasuk bhabinkamtibmas, agar Cicci tidak mengulangi perbuatannya “ keluh Nurliati meyakinkan polisi.

Peristiwa penganiayaan ini dalam penanganan polisi. Guna kepentingan lebih lanjut, Nurliati kini diamankan di Polsek Wonomulyo, “ Untuk sementara terlapor kita amankan dulu di kantor untuk dimintai keterangan lebih lanjut “ tandas Panit 2 Reskrim Polsek Wonomulyo, IPTU Munir Hidayat. (Thaya)

Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman