Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Jembatan Penghubung 2 Dusun di Alu Putus Diterjang Arus - Sejumlah Ternak Hanyut

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 27 Oktober 2022 21:07 WITA 471 tayangan 2 menit baca
Jembatan Penghubung 2 Dusun di Alu Putus Diterjang Arus - Sejumlah Ternak Hanyut
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
ALU,- Tingginya curah hujan mengakibatkan sebuah jembatan yang menghubungkan dua dusun di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, putus diterjang derasnya arus sungai yang meluap.  Selain itu, sejumlah ternak warga juga hanyut terbawa banjir. “Jembatan sungai mombi yang meluap, kondisinya terputus sekitar 50 meter,”kata Mantan sekdes Kalumammang, Samsir kepada wartawan, Kamis (27/10/2022). Jembatan sepanjang 70 meter dengan lebar 3 meter yang terbuat dari beton itu, terputus Kamis dini hari (27/10). Jembatan tersebut merupakan akses satu-satunya menuju Dusun Kalumammang dan Dusun Sumarrang, di Desa Kalumammang, Kecamatan Alu. Menurut Samsir, putusnya jembatan tersebut mengakibatkan 151 KK (kepala keluarga) pada kedua dusun terisolir. “Kalau di dusun Kalumammang 103 kk, di dusun Sumarrang 48 kk,”ujarnya. Samsir menyebut, luapan air sungai hingga menjangkau areal perkebunan, juga membuat sejumlah ternak sapi warga hanyut terbawa arus. “Info sementara ada ternak hanyut enam ekor sapi,”ungkapnya. Samsir berharap luapan sungai segera surut. Sebabnya warga takut menyeberangi sungai jika masih meluap. “Saat ini cuaca sudah membaik, semoga luapan air sungai segera surut agar sungai bisa diseberangi warga,”tandasnya, Sementara itu, Kapolsek Allu, AKP Andi Radi menambahkan, jembatan putus akibat terjangan arus sungai yang turut membawa material kayu berukuran besar. “Jembatan putus akibat aliran sungai cukup deras dan membawa material besar berupa kayu, bambu dan pohon kelapa, karena tidak mampu menahan derasnya luapan air sungai, jembatan akhirnya jebol atau terputus,”ungkap Andi Radi yang dikonfirmasi terpisah. Andi Radi mengimbau seluruh warga untuk tetap waspada, apalagi memasuki musim penghujan. Warga yang bermukim di bantaran sungai diminta segera mengevakuasi diri jika sungai kembali meluap. “Kepala seluruh masyarakat diimbau tetap waspada dan selalu berhati hati jika terjadi hujan susulan, karena saat ini sudah memasuki musim penghujan, masyarakat khususnya yang bermukim di sekitar bantaran sungai agar segera mengevakuasi diri dan keluarganya bilamana hujan masih berlanjut dan debit air sungai kembali meningkat,”tutupnya. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman