Sabtu, 7 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Jembatan Gantung di Bulo Rusak Diterjang Banjir, Warga Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai

Penulis / Redaksi: admin
Minggu, 14 November 2021 18:21 WITA 739 tayangan 2 menit baca
Jembatan Gantung di Bulo Rusak Diterjang Banjir, Warga Bertaruh Nyawa Seberangi Sungai
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
BULO,- Warga Desa Lenggo, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, terpaksa bertaruh nyawa meniti tali jembatan yang menghubungkan kedua sisi sungai, ketika hendak keluar maupun kembali ke kampung. Itu dilakukan, lantaran jembatan gantung yang menjadi akses utama menuju kampung mereka, rusak parah diterjang banjir luapan Sungai Masunni, Jumat malam (12/11) kemarin. Banjir terjadi akibat tingginya curah hujan, membuat lantai jembatan yang terbuat dari kayu terlepas hingga hanyut. “Sangat pedih rasanya, merasakan ini putusnya jalanan (jembatan) Lenggo ini, antar ibu kota desa dan Kecamatan Bulo. Persoalan hancurnya jembatan ini gegara musibah musim hujan, banjir,” kata tokoh masyarakat Desa Lenggo, Sudirman kepada wartawan saat memantau kondisi jembatan, Minggu siang (14/11/2021). Menurut Sudirman, hancurnya jembatan gantung akibat terjangan banjir luapan sungai, menambah penderitaan warga setempat. Apalagi setiap hari warga juga harus berjuang melewati infrastruktur jalan yang rusak parah. Ia mengaku, warga terpaksa menantang maut meniti tali jembatan untuk menyeberangi sungai, agar dapat kembali beraktivitas. “Kemarin ini masyarakat kesulitan, ya terpaksa bergantung di tali jembatan. Mau diapa, karena kita ini istilahnya dalam keadaan terpaksa,” ujar Sudirman. Selain itu, Sudirman juga mengaku, sebagian warga memilih menyeberangi sungai Masunni menggunakan rakit bambu. Walau berbahaya lantaran berarus deras dan dikenal berbuaya, warga nekat menyabung nyawa mengarungi sungai tersebut. “Luar biasa buayanya, tapi Alhamdulillah, kita itu, namanya manusia, sudah saling tahulah, tidak mengganggu mereka (buaya) agar kita juga tidak diganggu,”bebernya. Sudirman mengharap keseriusan pemerintah, untuk memperhatikan infrastruktur di Desa Lenggo, khususnya membantu percepatan perbaikan jalan dan jembatan, agar aktivitas warga dapat berjalan normal kembali. “Harapan kami sebagai masyarakat Lenggo, bisa diperhatikan ini Desa Lenggo, baik dari Pemerintah Kabupaten, Provinsi terlebih Pemerintah Pusat, diprioritaskan ini secepatnya perbaikan jembatan dan perbaikan jalanan,”pungkasnya. Berdasarkan pantauan wartawan, tidak semua lantai jembatan gantung sepanjang 63 meter yang dibangun pada tahun 2014 ini, hilang usai diterjang banjir. Lantai yang hilang berada pada bagian tengah jembatan, dengan panjang mencapai 19 meter. Beberapa kabel penggantung jembatan juga terlepas, sementara sebahagian lainnya mulai kendor. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman