Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Jembatan Gantung 46 Meter Hancur Diterjang Banjir di Mamasa, 100 Warga Terisolir

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 2 Juni 2026 20:50 WITA 270 tayangan 2 menit baca
Jembatan Gantung 46 Meter Hancur Diterjang Banjir di Mamasa, 100 Warga Terisolir
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
MAMASA,- Jembatan gantung sepanjang 46 meter rusak parah usai dihantam banjir luapan sungai Aralle di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Akibatnya, sebanyak 100 jiwa warga setempat kesulitan beraktivitas. Dalam potongan video pendek yang dilihat wartawan, tampak lantai jembatan bergoyang-goyang akibat terjangan banjir luapan sungai. Terlihat juga batang kayu besar hanyut terbawa banjir lalu menghantam jembatan mengakibatkan beberapa plat lantainya terlepas. “Ada sekitar 100 jiwa masyarakat yang kesulitan beraktivitas,” kata Kepala Desa Indobanua, Dullam kepada wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (02/06/2026). Terjangan banjir yang merusak jembatan di Desa Indobanua, Kecamatan Mambi, terjadi Senin kemarin (01/06) sekira pukul 18.00 Wita. Banjir dipicu tingginya curah hujan yang mengguyur wilayah ini. “Kemarin ini musim hujan sehingga sungai meluap. Dihantam banjir mulai dari Magrib, pas jam tujuh malam sudah parah sekali kondisinya,” ujarnya Dullam. Dullam menjelaskan, banjir tidak hanya menyebabkan lantai jembatan yang terbuat dari plat baja terlepas, tetapi juga mengancam konstruksi utama jembatan. Sebab, tiang beton penopang tali sling dilaporkan mengalami kemiringan dan berpotensi roboh usai dihantam banjir “Ada sekitar 15 meter lantainya yang terlepas, tiangnya juga miring terancam roboh,” tuturnya. Menurutnya, jembatan yang rusak hubungkan Dusun Palado dan Dusun Indobanua. Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat Dusun Palado jika ingin ibu kota desa maupun ke kota. Diakui, jembatan tersebut sebenarnya baru saja diperbaiki setelah mengalami kerusakan akibat banjir sekitar dua pekan lalu. Saat itu, lantai jembatan yang rusak diperbaiki menggunakan material kayu. “Jembatan ini hubungkan Dusun Palado dan Dusun Indobanua. Satu-satunya akses jalan yang dilalui warga Dusun Palado jika ingin ke ibu kota desa maupun ke kota,” ucapnya. “Kan rusak juga sekitar dua minggu lalu, dipasangi kayu (untuk lantai). Tapi kemarin dihantam lagi (banjir) jadi tambah parah,” sambung Dullam meyakinkan. Dullam berharap pemerintah melalui dinas terkait segera turun tangan membenahi jembatan tersebut. Terlebih, keberadaan jembatan itu sangat penting untuk menunjang aktivitas warga. “Kemarin saya sudah komunikasikan terkait kondisi jembatan tersebut, harapannya segera mendapat penanganan. Apalagi jembatan yang rusak merupakan satu-satunya akses untuk menunjang perekonomian, pendidikan dan kesehatan warga,” tutupnya. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman