Sabtu, 7 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Jembatan Ambruk Diterjang Banjir, Murid SDN di Tapango Harus Seberangi Sungai

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 4 November 2021 18:13 WITA 607 tayangan 2 menit baca
Jembatan Ambruk Diterjang Banjir, Murid SDN di Tapango Harus Seberangi Sungai
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
TAPANGO,- Murid kelas jauh Sekolah Dasar Negeri (SDN) 044 Desa Riso, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, harus bertaruh nyawa menyeberangi sungai berarus deras setiap kali menuju sekolah maupun kembali ke rumah. Sebabnya, dua jembatan yang selama ini mereka lintasi untuk menyeberangi sungai, ambruk diterjang banjir. Setidaknya, para murid yang berasal dari Dusun Tondopata ini, harus dua kali keluar masuk sungai agar bisa sampai di sekolah yang berada di Dusun Rakasang. Kendati berbahaya, para murid mengaku tidak takut saat menerobos derasnya arus Sungai Alapahan. Mereka bersemangat, dengan harapan dapat menuntut ilmu di sekolah. “Setiap hari harus lewat sungai ini. Tidak takut karena harus sekolah. Jembatan rusak karena kena banjir,” ungkap salah satu murid, Wulan kepada wartawan, Kamis siang (04/11/2021). Kendati demikian, saat curah hujan tinggi, para murid diketahui kerap gagal sampai di sekolah.Jika air meluap, sungai menjadi sulit diseberangi. “Kalau besar airnya (sungai) tidak pergi ke sekolah. Pak guru bilang tidak apa-apa, kita berharap cepat ada jalan baru,” ungkap murid lainnya Amirah. Guru SDN 044 Riso, Sapriadi mengungkapkan, perjuangan yang harus dilalui muridnya agar sampai ke sekolah, sudah berlangsung sejak beberapa bulan terakhir. Dua jembatan penghubung di daerah ini, diketahui ambruk usai diterjang banjir bandang, yang terjadi Kamis (26/08) lalu. “Jadi penyebab anak murid saya menyeberangi sungai, karena pada tanggal 26 agustus lalu, terjadi banjir bandang, mengakibatkan dua jembatan di daerah Tondopata terputus. Sehingga anak murid saya harus menyeberangi sungai,” terangnya terpisah. Menurut Sapriadi, pemerintah desa setempat telah mengalokasikan anggaran perintisan jalan baru, dan tidak perlu melintasi sungai. Ia berharap, perintisan jalan tersebut segera tuntas, agar para murid dapat ke sekolah dengan aman tanpa harus menyeberangi sungai yang arusnya deras. “Alhamdulillah, pemerintah telah menganggarkan dana perubahan dari dana desa untuk merintis jalan, menghindari anak-anak menyeberang sungai. Karena masih perintisan jalan, jadi anak-anak masih menyeberang,” pungkasnya. Berdasarkan pantauan wartawan, pondasi dan rangka kedua jembatan yang ambruk diterjang banjir, masih tampak berada di bantaran sungai. Jarak kedua jembatan yang ambruk sekira seratus meter saja. Kendati arusnya deras, ketinggian air saat dilintasi para murid hanya sebatas lutut. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman