Minggu, 8 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Jelang Hari Raya Pengemis Dadakan Menjamur di Polman

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 28 Mei 2019 16:16 WITA 2,232 tayangan 3 menit baca
Jelang Hari Raya Pengemis Dadakan Menjamur di Polman
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
WONOMULYO,- Sebagai bulan yang pernuh berkah untuk melakukan kebajikan dengan berbagi terhadap sesama, Bulan Ramadhan kerap dimanfaatkan oleh sebagian orang untuk mencari keuntungan menyambut Hari Raya Idul Fitri, salah satunya dengan menjadi pengemis dadakan. Seperti yang beberapa hari terakhir terlihat bermunculan di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar. Namun berbeda dengan pengemis pada umumnya yang berdiam diri di satu tempat, sambil menunggu belas kasih warga, para pengemis dadakan ini bekerja secara berpindah-pindah, dari satu toko ke toko yang lain, hingga dari rumah ke rumah warga lainnya. Berdasarkan pantauan wartawan Selasa siang (28/05/19), aktifitas mengemis ini dilakukan secara berkelompok, terdiri 5 hingga 10 orang. Umumnya dilakukan kaum wanita sambil membawa sejumlah anak-anak. Tidak sulit untuk mengenali para pengemis dadakan ini, pasalnya mereka memakai jenis pakaian yang sama yaitu daster serta menggunakan penutup kepala berupa kain seperti jilbab hingga handuk dan membawa jinjingan berupa kantong plastik ataupun karung. Bahkan tidak sedikit diantaranya yang mengemis sambil membawa surat keterangan miskin yang dibubuhi tanda tangan serta stempel dari pemerintah desa tempatnya berasal. Ketika hendak dikonfirmasi wartawan, para pengemis dadakan ini tampak menolak, bahkan beberapa diantaranya bergegas pergi. Salah satu pengemis dadakan yang tidak ingin menyebutkan namanya mengaku berasal dari salah satu desa di Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polewali Mandar, aktifitas mengemis dadakan ini diakui sudah dari dulu dilakukan setiap menjelang hari raya Idul Fitri, “ Tinggal pegunungan di daerah Balanipa, selalumaki kita kerja begini, apalagi kalau mau lebaran “ ujarnya sembari tersipu malu. Wanita yang diperkirakan berusia lebih dari 40 tahun ini juga mengatakan, selama menjadi pengemis dadakan setiap hari dirinya dan pengemis lainnya bisa mengumpulkan beberapa liter beras dan sejumlah uang, “ Alhamdulillah, lumayan banyak hasilnya, cukup untuk memenuhi kebutuhan hari-hari selama Ramadhan hingga hari lebaran nanti “ ungkapnya sembari berlalu pergi menenteng kantong berisi beras. Salah seorang warga bernama Halija mengaku prihatin dan resah dengan semakin menjamurnya pengemis dadakan jelang hari raya Idul Fitri, apalagi tidak jarang para pengemis dadakan ini menolak meninggalkan rumah atau tempat yang didatanginya sebelum mendapat  sesuatu, “ Sebenarnya tidak masalah, karena kami juga mau berbagi kalau lagi ada sedikit rejeki, tapi jumlah mereka dari hari ke hari makin banyak, baru mereka tidak mau pulang sebelum diberi apa-apa, terkadang kalau tidak terlihat mereka biasa mengambil apa saja yang ada di meja ataupun halaman “, terang Halijah kepada wartawan. Warga berharap, Pemerintah setempat melalui dinas terkait, aktif mengantisipasi fenomena pegemis dadakan yang menjamur di hari raya dan semakin meresahkan warga. Jangan sampai mengemis hanya menjadi kedok bagi oknum tidak bertanggung jawab, untuk mengambil keuntungan dari banyaknya warga yang ingin berbagi selama bulan suci hingga jelang hari raya Idul Fitri. (Thaya)  
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman