Jalan Putus di Riso karena Banjir, Warga Hendak Bersalin Ditandu 500 Meter
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 16 Oktober 2022 15:24 WITA
510 tayangan
2 menit baca
TAPANGO,- Perempuan bernama Nosi (30 tahun) di Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat, terpaksa tandu sejauh 500 meter karena akses jalan menuju kampungnya putus akibat banjir. Nosi dievakuasi warga menuju Puskesmas Pembantu (Pustu) untuk mendapat pertolongan lantaran hendak melakukan persalinan.
Pantauan wartawan, Minggu (16/10), Nosi ditandu sejumlah warga dengan cara didudukkan di atas kursi kemudian diangkat menggunakan kain sarung. Warga harus berhati-hati membawa Nosi, lantaran melewati jalan rusak dan licin di bantaran sungai yang terkikis banjir.
“Terpaksa ditandu karena tidak bisa masuk mobil untuk menjemput orang mau melahirkan,”ujar salah satu kerabat, Sakaria kepada wartawan, Minggu (16/10/2022).
Nosi merupakan warga Dusun Rakasang, Desa Riso, Kecamatan Tapango, yang hendak melakukan persalinan anak kedua. Akses jalan utama menuju dusun tersebut tidak dapat dijangkau kendaraan, karena putus akibat terjangan banjir, Sabtu (15/10).
Sakaria bersama warga lainnya termasuk Nosi, memilih bertahan di rumah masing-masing, lantaran dianggap aman dari banjir.
“Kami tidak mengungsi karena rumah masih aman, hanya saja akses jalan yang terputus,”terang Sakaria.
Sementara itu, relawan PMI Polman Harmiani mengaku langsung bergerak memberi pertolongan, ketika mendapat kabar jika ada warga yang harus segera mendapat pertolongan karena hendak melahirkan.
“Kita dapat info dari warga kalau ada seorang ibu yg mau melahirkan, makanya kami langsung jemput menggunakan mobil di titik terakhir yang bisa dijangkau mobil, karena jalan kesana terputus akibat banjir,”pungkasnya. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.