Jalan Antar Dusun di Riso-Tapango Kembali Putus Diterjang Banjir, 200 KK Terisolir
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 5 Mei 2023 13:07 WITA
448 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Banjir luapan sungai kembali memutus akses jalan antar dusun di Desa Riso, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat. Putusnya jalan sepanjang 500 meter mengakibatkan 200 kepala keluarga (kk) yang tersebar pada dua dusun terisolir.
“Terkait banjir yang kemarin terjadi sebenarnya dampaknya sangat dirasakan langsung masyarakat, karena ada fasilitas umum seperti jalan yang sempat putus beberapa waktu lalu, sekarang putus lagi kembali sekira kurang lebih 500 meter,” kata Kepala Desa Riso H Onang kepada wartawan, Jumat (05/05/2023).
Putusnya jalan antar dusun akibat terjangan banjir luapan sungai Alapan, terjadi sekira pukul 17:00 WITA, Kamis kemarin (04/05). Jalan yang terputus merupakan akses utama menuju Dusun Tondopata dan Dusun Rakasang.
“Akibat terputusnya jalan ini, ada dua dusun yang terisolir, jumlah kepala keluarganya kurang lebih 200,” ungkap Onang.
Selain memutus jalan, Onang juga menuturkan jika banjir mengakibatkan dua rumah warga di daerah ini mengalami kerusakan.
“Ada dua rumah yang terdampak mengalami kerusakan akibat banjir ini. ada satu rumah agak parah dindingnya habis, rumah yang satu pada bagian dapur,” tuturnya.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, saat ini ada sedikitnya sepuluh kk yang bermukim di bantaran sungai terpaksa mengungsi, karena takut terjadi banjir susulan jika hujan lebat kembali mengguyur.
“Sebagian warga yang pas di tinggal bantaran sungai dekat jembatan, sekitar 10 kk yang mengungsi. Mereka belum kembali ke rumah karena trauma dan takut,” ujar Onang.
“Saya sudah sarankan kepada semua (warga) yang berada di bantaran sungai, agar amankan dulu barang di rumah keluarga, menjaga jangan sampai terjadi lagi banjir susulan,“sambungnya.
Terkait banjir yang rutin melanda daerah ini setiap tahunnya, Onang berharap bantuan pemerintah kabupaten untuk mengatasinya. Apalagi dengan terputusnya jalan, mengakibatkan warga pada dusun kesulitan beraktifitas khususnya untuk memasarkan hasil bumi ke kota.
“Saya selaku pemerintah desa sangat berharap bantuan dari pihak kabupaten, bagaimana selanjutnya mengatasi masalah ini. karena ini merupakan musibah yang boleh dikata tiap tahun terjadi. Apalagi, masyarakat kini keluar dari kampung untuk pasarkan hasil pertanian karena jalan terputus,” pungkasnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.