Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Ironi Sekolah Dasar Kelas Jauh di Pulliwa, Minim Perhatian Kerap Difungsikan Sebagai Gudang Kakao

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 2 Mei 2019 12:07 WITA 717 tayangan 3 menit baca
Ironi Sekolah Dasar Kelas Jauh di Pulliwa, Minim Perhatian Kerap Difungsikan Sebagai Gudang Kakao
Foto ilustrasi / Dokumentasi Pendidikan - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
BULO ,- Upaya pemerintah meningkatkan sarana dan prasaran pendidikan dengan alokasi dana besar setiap tahunnya, tampaknya belum merata pada semua daerah. Terbukti, di Dusun Ratte Pandeng, Desa Pulliwa, Kecamatan Bulo, Kabupaten Polewali Mandar, masih didapati sekolah, yang dibangun secara darurat dengan kondisi seadanya, bahkan nyaris ambruk. Salah satunya kelas jauh SDN 057 Inpres Pulliwa. Bagaimana tidak, sejak dibangun sekitar tujuh tahun yang lalu, bangunan sekolah berukuran lima kali tiga meter ini, belum pernah tersentuh perbaikan, kendati tiang penopang dan dindingnya yang berbahan kayu, sudah mulai lapuk. Bahkan, tidak jarang gedung tempat menuntut ilmu ini, justru difungsikan warga sebagai gudang penyimpanan buah kakao, “ Ya seperti inilah kondisinya, memang belum pernah diperbaiki, apalagi gedung sekolah ini dibangun oleh masyarakat setempat secara swadaya “ cerita salah seorang guru sukarela, Paramita, kepada wartawan, Kamis (02/05/19). Walau kerap membuat para murid merasa takut, khususnya saat cuaca buruk melanda, guru dan murid di sekolah ini tidak punya pilihan, lantaran ketiadaan gedung lain yang bisa difungsikan sebagai tempat melangsungkan proses belajar mengajar “ Mau bagaimana lagi, hanya ruangan ini yang bisa difungsikan sebagai tempat belajar, tanahnya saja masih bertatus pinjaman, sekolah induk lainnya, jaraknya jauh dari sini, sekitar lima kilometer “ sambung Paramita menjelasakan. Selain persoalan gedung yang tidak memadai, sekolah kelas jauh ini juga tidak memiliki sarana prasaran penunjang pendidikan yang memadai. Sejumlah buku-buku pelajaran yang tersedia juga terlihat usang. Bahkan sekolah ini hanya memiliki dua orang guru sukarela, berstatus mahasiswa salah satu sekolah tinggi swasta di daerah ini, yang secara bergantian mengajar dengan kondisi seadanya. “ Kedua guru itu baru beberapa bulan mengabdi sebagai pengajar, sebelumnya para murid kerap tidak belajar karena tidak ada guru yang mengajar, pernah ada guru dari kampung tetatangga yang rutin dating ke sini untuk mengajar, namun karena kehabisan biaya bensin, akhirnya dia tidak pernah lagi kesini “jelas salah seorang warga Nasruddin. Disebutkan, sekolah kelas jauh ini diketahui memiliki puluhan murid yang terdiri dari kelas 1 sampai kelas IV, para murid yang telah duduk dibangku kelas V dan kelas IV, terpaksa belajar di sekolah induk “ Tapi karena jarak sekolah induk yang jauh, tidak jarang membuat murid kelas V dan kelas VI malas ke sekolah, hingga akhirnya berhenti, sementara murid kelas I sampai kela IV tetap belajar dalam satu ruangan yang sama  “ beber Nasruddin. Fitra salah seorang murid berharap, pemerintah memberikan perhatian agar mereka bisa menuntut ilmu dengan nyaman seperti murid sekolah dasar di daerah lainnya, “ Kami juga mau bisa memiliki gedung sekolah sendiri, agar proses belajar bisa dilakukan dengan nyaman, tidak takut karena sekolah terancam ambruk “ pungkas Fitra.
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman