Hari Ini dalam Sejarah : Pesawat Adam Air Jatuh di Perairan Majene
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 1 Januari 2022 09:27 WITA
832 tayangan
3 menit baca
PACEKO.COM,- 15 tahun lalu tepatnya pada tanggal 1 Januari 2007, perayaan tahun baru yang baru saja usai dengan segala keceriannya, mendadak muram akibat tragedi memilukan.
Pesawat AdamAir dengan nomor penerbangan KI 574 Surabaya-Manado, dikabarkan jatuh.
Melansir laman Kompas.id, 96 penumpang dan 6 orang awak pesawat semuanya dinyatakan meninggal dunia.
Pesawat yang dijadwalkan mendarat di Bandara Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara pada pukul 16:14 wita, setelah lepas landas dari Bandara Juanda pada pukul 12:59 wiba. Namun, pesawat itu tak pernah tiba di Manado.
Diberitakan Harian Kompas, 2 Januari 2007, 1 jam 7 menit setelah terbang, pesawat putus kontak dengan radar Air Traffic Centre (ATC) Bandara Makassar, Sulawesi Selatan.
“Pada saat putus kontak, posisi pesawat berada pada 85 mil laut (157,42 kilometer) sebelah barat laut Makassar dengan ketinggian 35.000 kaki (10.668 meter),” kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara saat itu, Mohammad Iksan Tatang.
Sampai hari itu, pukul 00.00, posisi pesawat dan nasib pilot, kru, dan 96 penumpang masih belum diketahui. Namun, radar milik Singapura menangkap pancaran emergency locator beacon (elba) di Rantepao, Tanatoraja, Sulawesi Selatan, titik koordinat 3.135.257 Lintang Selatan/119.917 Bujur Timur.
Tatang mengatakan pihaknya telah meminta bantuan pilot pesawat lain untuk memonitor keberadaan pesawat AdamAir tersebut, tetapi tetap tidak mendapatkan laporan. Informasi justru didapat dari ATC Singapura yang menangkap pancaran ELBA. Alat tersebut memancarkan sinyal jika pesawat menyentuh daratan.
Saat itu, penyebab jatuhnya pesawat tidak langsung diketahui, tapi Tatang mengatakan saat itu cuaca memang sangat buruk.
"Saat itu, hujan sangat lebat dan ada dorongan angin sekitar 40 knot (74,079 kilometer perjam). Tapi, itu belum bisa dikatakan sebagai faktor penyebab," jelas Tatang.
Direktur Keselamatan dan Keamanan Penerbangan AdamAir Captain Hartono menjelaskan, sebelum berangkat kondisi pesawat dalam keadaan baik dan tidak ada gangguan.
Pesawat Boeing 737-400 buatan 1990 itu melakukan pemeriksaan C-Chek terakhir pada Desember 2005. Pesawat tersebut sudah terbang selama 45.371 jam dengan 26.725 kali pendaratan. Sementara sertifikat kelayakan pesawat tersebut akan habis pada tanggal 17 Januari 2007.
Pesawat tersebut mengangkut 96 penumpang yang terdiri dari 85 orang dewasa, tujuh anak-anak, dan empat bayi, sedangkan kru pesawat berjumlah empat orang, yakni Felawati, Nining, Dina, dan Ratih.
Hartono menjelaskan, saat terbang, berat kargo yang diangkut pesawat tersebut sebesar 55,5 ton dengan kapasitas bahan bakar cukup untuk penerbangan selama 4 jam 10 menit.
Pencarian pesawat sempat menunjukkan titik terang saat ekor pesawat Adam Air ditemukan seorang nelayan. Setelah itu nihil. Pencarian besar-besaran juga melibatkan pihak asing, tapi seolah tak menunjukkan perkembangan. Hanya serpihan-serpihan badan pesawat yang terus ditemukan. Lokasi Adam Air tetap misteri.
Sementara itu, laman detik.com memberitakan, delapan bulan kemudian tepatnya 28 Agustus 2007, kotak hitam Adam Air di kedalaman 2000 meter di perairan Majene, Sulawesi Barat.
Dari rekaman kotak hitam itulah KNKT menyimpulkan bahwa kecelakaan Adam Air pada 1 Januari 2007 yang menewaskan 102 penumpang itu disebabkan oleh cuaca buruk yang akhirnya merusak peralatan navigasi.
Pada pukul 13.29 WIB menara pengawas mendapati Adam Air berbelok di luar rute yang semestinya. Menara Pengawas di Ujung Pandang (Makassar) pun meminta agar Adam Air kembali arah semula.
Sayang saat itu alat navigasi Adam Air dalam kondisi rusak. Pukul 13.56 pesawat mulai menukik dan pilot berusaha memperbaiki posisi pesawat.
Pukul 14.09 WIB, pesawat tak bisa dikontak lagi. Kotak hitam tercatat berhenti merekam pada ketinggian 2.743 meter, atau 20 detik sebelum terdengar suara pukulan keras dua kali. Pesawat menghujam ke laut dengan kecepatan 1.105 kilometer per jam. (red)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.