Gegara Suara Sepeda Motor, 2 Pemuda di Luyo Bertikai
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 6 Agustus 2020 20:11 WITA
1,228 tayangan
2 menit baca
LUYO,- Malang nasib Faizal (25 tahun), warga Desa Tenggelang, Kecamatan Luyo, Kabupaten Polewali Mandar.
Ia terpaksa dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk menjalani perawatan intensif, akibat menderita luka serius, setelah mendapat tebasan parang dari pria berinisial WA (18 tahun), warga Desa Sambali-Bali, Kecamatan Loyo.
Pertikaian berdarah melibatkan dua pria yang diketahui masih memiliki hubungan kekeluargaan ini, terjadi di depan Masjid Nurul Al-Amin, Kampung Baru, Desa Tenggelang, Kamis sore (06/08/20). Usai memarangi korban, WA langsung melarikan diri.
Tidak butuh waktu lama, aparat kepolisian dari Polsek Campalagian, berhasil mengamankan pelaku saat berada di rumahnya.
Kepada polisi, WA berdalih tidak tahu menahu, mengapa Faizal tiba-tiba menghentikan dan menyerangnya saat berada di atas sepeda motor. WA mengaku terpaksa memberikan perlawanan untuk membela diri, “ Dia langsung hentikan saya, maksudnya saya juga tidak tahu, saya tidak pernah terlibat pertengkaran dengan dia, saya tidak ada masalah dengan dia “ ungkapnya.
Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan polisi, kuat dugaan pertikaian ini dipicu persoalan sepele. Berawal ketika beberapa hari lalu, korban menegur pelaku, lantaran bolak balik melintas di jalan kampung yang ramai, dengan suara motor yang sedikit keras.
Persoalan ini sebenarnya hendak diselesaikan secara kekeluargaan, namun tertunda hingga terjadinya pertikaian, “ Dugaan sementara informasi dari korban, dua hari sebelum kejadian memang ada masalah, pada saat ada hajatan pengantin, katanya informasi, pelaku naik motor gas-gas kemudian ditegur oleh korban, pihak pelaku merasa tersinggung dan keluarkan badik. Sehingga tadi dia ketemuan di pasar kampung baru, dihentikan dan ditanya kenapa selalu lewat-lewat, kemudian si pelaku menarik parangnya dan terjadilah pertikaian“, jelas Kapolsek Campalagian IPTU Sukirno AS saat dikonfirmasi wartawan.
Peristiwa ini telah ditangani polisi. Untuk pertanggung jawabkan perbuatannya, WA langsung diamankan di Mapolsek Campalagian. Barang bukti badik dan parang milik pelaku dan korban turut diamankan polisi sebagai barang bukti.
Proses penangkapan pelaku sempat mengundang perhatian warga. Apalagi pihak keluarga terus menangis histeris saat melihat pelaku diamankan polisi. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.