Geger ! Warga di Mamasa Temukan Granat Nanas saat Kumpul Batu Sungai
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 4 Maret 2023 16:09 WITA
328 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Warga di Desa Leko, Kecamatan Rantebulahan Timur, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, digegerkan kabar penemuan benda diduga granat tangan. Granat berbentuk nanas itu ditemukan warga setempat ketika mengumpulkan batu di sungai.
Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Hamring membenarkan kabar tersebut. Dia menyebut, granat ditemukan seorang warga bernama Muliadi.
“Benar kita ada dugaan bahwa yang ditemukan sama masyarakat atas nama Muliadi adalah bahan peledak jenis granat,”kata Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Hamring kepada wartawan, Sabtu (04/03/2023).
Granat ditemukan sekira pukul 08:30 WITA, Sabtu (04/03). Saat ini granat diamankan di tengah areal perkebunan berjarak sekira 200 meter dari pemukiman warga.
Hamring menyebut, lokasi tempat granat diamankan telah diberi garis polisi. Lokasi itu juga dijaga ketat sejumlah personil kepolisian.
“Yang saat ini kita lakukan pengamanan barang bukti dimaksud dengan cara memasang police line di tkp (tempat kejadian peristiwa), sambil dijaga anggota Polsek Mambi dan Tim Brimobda Polda Sulbar,”ungkapnya.
Dalam rekaman video pendek yang diterima wartawan, Sabtu (04/03), memperlihatkan pria paruh baya memegang granat yang kondisinya sudah karatan. Dalam rekaman tersebut juga terdengar suara wanita yang menyebut granat ditemukan waktu ambil batu.
Hamring mengaku tidak bisa memastikan apakah granat temuan warga itu masih aktif atau sebaliknya. Saat ini dirinya sedang menunggu kedatangan Tim Penjinak Bom (Jibom) dari Polda Sulbar untuk mengamankan granat tersebut.
“Kami tidak tahu apakah itu granat masih aktif atau tidak, karena yang punya kapasitas dari Jibom Polda Sulbar. Kami menunggu Jibom untuk melakukan pengamanan barang bukti tersebut,”tandasnya.
Untuk mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan, Hamring mengimbau warga setempat agar sementara waktu menjauhi lokasi penemuan granat.
“Masyarakat yang ada di sekitar sini untuk tidak mendekat ke tkp, karena kita tidak mau ada terjadi hal-hal tidak diinginkan, sampai datangnya Jibom Polda Sulbar,”pungkasnya. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.