Gedung Rusak Parah, Proses Belajar 72 Siswa MTs Uhaidao Mamasa Dipindahkan
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 27 September 2026 15:57 WITA
153 tayangan
2 menit baca
MAMASA,– Proses belajar 72 murid MTS Uhaidao di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, akan dipindahkan gegara gedung sekolah mereka rusak usai diterjang angin kencang disertai hujan deras. Pihak sekolah berencana mencari gedung alternatif atau melangsungkan proses pembelajaran di bawah tenda darurat.
"Kalau tidak ada ruang kelas yang bisa kami pinjam, bisa jadi ruang terbuka jadi tempat proses pembelajaran (bertenda)" kata Kepala Sekolah MTS Uhaidao, Asbadiun kepada wartawan melalui sambungan telepon, Sabtu (26/09/2026).
Angin kencang disertai hujan deras menerjang MTs Uhaidao di Desa Uhaidao, Kecamatan Aralle, pada Jumat (25/09) sekitar pukul 15.45 WITA. Peristiwa tersebut mengakibatkan empat ruangan di madrasah mengalami kerusakan.
“Empat ruangan terdampak, paling parah dua ruangan. Sudah setengah atapnya terbawa angin, plafonnya juga roboh terkena air dan dinding yang rusak terkena reruntuhan,” ungkapnya.
Menurut Asbadiun, kuatnya tiupan angin disertai hujan deras membuat puluhan lembar atap seng sekolah terlepas. Bahkan sejumlah atap terbang terbawa angin sejauh sekitar 100 meter dari bangunan sekolah.
“Awalnya hujan tidak terlalu deras, mungkin sekitar setengah jam baru ada angin disertai hujan deras. Atap sekolah terlepas terbang sekitar seratus meter mungkin jauhnya dari sekolah,” tuturnya.
Selain merusak bangunan, hujan juga menyebabkan sejumlah fasilitas sekolah terdampak. Termasuk perangkat WiFi sekolah serta buku-buku pelajaran yang sempat terendam air.
“Sementara dijemur sebagian ini buku karena kemarin banyak yang tergenang air. Wifi sudah rusak karena ada yang korslet,” bebernya.
Asbadiun mengaku belum mengetahui secara pasti total kerugian yang dialami pihak sekolah akibat peristiwa tersebut. Dia berharap pemerintah segera memberikan perhatian dan bantuan agar kondisi bangunan dapat diperbaiki sehingga proses belajar mengajar kembali berjalan normal.
“Kami belum pastikan total kerugian, yang kami harapkan saat ini ada tindakan dari pemerintah, agar proses pembelajaran bisa pulih kembali, sehingga bangunan bisa bagus kembali. Karena saat ini proses pembelajaran terhenti,” pungkasnya.
Diberitakan sebelumnya, sebanyak 18 rumah dan 4 sekolah di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) rusak diterjang angin kencang yang disertai hujan. Puluhan bangunan tersebut rata-rata mengalami kerusakan pada atap dan dinding.
"Terkait kejadian hujan disertai angin kencang dilaporkan ada 18 rumah warga dan 4 bangunan sekolah yang alami kerusakan," kata Kepala BPBD Mamasa Alfredi kepada wartawan melalui pesan singkat. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.