Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Gadis 19 Tahun di Polman Akhiri Hidup gegara Depresi Jadi Korban Penipuan Online

Penulis / Redaksi: admin
Minggu, 2 November 2025 18:16 WITA 295 tayangan 2 menit baca
Gadis 19 Tahun di Polman Akhiri Hidup gegara Depresi Jadi Korban Penipuan Online
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
PERINGATAN !! Informasi dalam artikel ini tidak untuk ditiru. Apabila merasakan ada gejala depresi atau keinginan untuk mengakhiri hidup, segera hubungi pihak terkait untuk dilakukan penanganan lebih lanjut. POLEWALI MANDAR,- Seorang gadis berinisial RS (19) ditemukan tewas dengan kondisi tergantung di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar). Diduga korban nekat akhiri hidupnya lantaran depresi usai menjadi korban penipuan. "Dugaan sementara, tekanan psikologis akibat penipuan tersebut menjadi penyebab korban nekat mengakhiri hidupnya," kata Kapolsek Binuang Iptu H Rahman dalam keterangannya, Minggu (02/11/2025). Peristiwa yang gegerkan warga itu terjadi di Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Minggu siang (02/11) sekira pukul 14.30 WITA. Korban mengakhiri hidup di dalam kamarnya. Lebih lanjut Rahman mengungkap kronologi korban ditemukan dengan kondisi tergantung. Bermula ketika keluarga merasa curiga lantaran korban tidak merespon setelah dipanggil berulang kali. "Peristiwa tragis ini pertama kali diketahui oleh tetangga korban, setelah adik korban merasa khawatir karena sang kakak tidak merespons meski sudah dipanggil berulang kali dari dalam kamar," ungkapnya. "Setelah mencoba membuka jendela dari luar, mereka mendapati korban sudah dalam keadaan tergantung menggunakan tali ayunan," sambung Rahman. Menurut Rahman, sebelum kejadian korban sempat mengutarakan niat mengakhiri hidup kepada ibunya. Karena merasa khawatir, sang ibu yang berada di Mamuju lalu meminta anaknya bernama Aldi untuk membangunkan korban di kamarnya. "Sang ibu yang sedang berada di Mamuju meminta agar Aldi membangunkan kakaknya (korban), karena sebelumnya korban sempat mengutarakan niat untuk mengakhiri hidupnya. Saat diketuk, korban tidak merespons, sehingga Aldi meminta bantuan tetangga untuk membuka kamar. Setelah jendela berhasil dibuka, korban ditemukan sudah tidak bernyawa," terangnya. Berdasarkan hasil pemeriksaan di tempat kejadian peristiwa (tkp), polisi menemukan sepucuk curat yang ditulis korban. Dalam surat itu korban mengaku depresi karena menjadi korban penipuan online melalui aplikasi telegram, setelah mengirimkan sejumlah uang kepada oknum yang berjanji akan memberi imbalan sebesar Rp 24 juta. "Petugas yang melakukan pemeriksaan di lokasi menemukan sepucuk surat yang diduga ditulis oleh korban. Dalam surat tersebut, korban mengaku mengalami depresi setelah tertipu transaksi online melalui aplikasi Telegram, di mana korban telah mengirim sejumlah uang kepada pihak yang menjanjikan imbalan sebesar dua puluh empat juta rupiah," turur Rahman. Rahman menambahkan, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap korban. Mereka menganggap apa yang menimpa korban adalah musibah. (thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman