Sementara itu Badan Metereoligi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Majene yang dikonfirmasi, menjelaskan, fenomena awan miirp gelombang tsunami tersebut mirip dengan awan yang dinamakan morning glory clouds “ awan ini terbentuk karena adanya pertemuan angin, yang mana angin laut lebih kuat sehingga menggulung angin darat, dan terbentuklah awan tersebut “ jelas BMKG Majane melalui pesan singkat.
BMKG Majene juga menyebutkan, bahwa awan comulunimbus adalah jenis awan yang bisa menimbulkan cuaca ekstrim “ bisa memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang-lebat, dan dapat disertai angin kencang “.
Sejak photo penampakan awan mirip gelombang tsunami ini diposting di media sosial, langsung mengundang komentar beragam dari netizen. (Thaya)
Fenomena Awan Mirip Gelombang Tsunami Gegerkan Warga Wonomulyo
Penulis / Redaksi:
admin
Senin, 28 Januari 2019 07:13 WITA
3,695 tayangan
2 menit baca
WONOMULYO ,- Fenomena awan mirip gelombang tsunami yang terbentuk secara vertikal kembali gegerkan warga. Seperti yang disaksikan warga Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, pada Senin pagi (28/01/19), sekitar pukul 07:30 WITA.
Salah seorang warga Unhy Wahyuni mengaku ketakutan, lantaran fenomena kemunculan awan berbentuk gelombang tsunami ini lagi-lagi disusul guyuran hujan deras disertai angin kencang “ tadi saya lagi berkendara, terpaksa berhenti di tengah jalan, karena hujannya sangat deras disertai angin kencang “ ujarnya, saat dikonfirmasi wartawan.
Diakui, peristiwa ini angin kencang dan hujan deras yang berlangsung beberapa saat ini, sempat membuat jarak pandangnya menjadi sangat terbatas “ kejadiannya sekitar tiga menit, hujan deras dan angin kencang mengakibatkan kondisi sekitar sangat gelap hingga jarak pandang saya menjadi terbatas “ ungkap Unhy.
Sementara itu Badan Metereoligi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Majene yang dikonfirmasi, menjelaskan, fenomena awan miirp gelombang tsunami tersebut mirip dengan awan yang dinamakan morning glory clouds “ awan ini terbentuk karena adanya pertemuan angin, yang mana angin laut lebih kuat sehingga menggulung angin darat, dan terbentuklah awan tersebut “ jelas BMKG Majane melalui pesan singkat.
BMKG Majene juga menyebutkan, bahwa awan comulunimbus adalah jenis awan yang bisa menimbulkan cuaca ekstrim “ bisa memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang-lebat, dan dapat disertai angin kencang “.
Sejak photo penampakan awan mirip gelombang tsunami ini diposting di media sosial, langsung mengundang komentar beragam dari netizen. (Thaya)
Sementara itu Badan Metereoligi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Majene yang dikonfirmasi, menjelaskan, fenomena awan miirp gelombang tsunami tersebut mirip dengan awan yang dinamakan morning glory clouds “ awan ini terbentuk karena adanya pertemuan angin, yang mana angin laut lebih kuat sehingga menggulung angin darat, dan terbentuklah awan tersebut “ jelas BMKG Majane melalui pesan singkat.
BMKG Majene juga menyebutkan, bahwa awan comulunimbus adalah jenis awan yang bisa menimbulkan cuaca ekstrim “ bisa memicu terjadinya hujan dengan intensitas sedang-lebat, dan dapat disertai angin kencang “.
Sejak photo penampakan awan mirip gelombang tsunami ini diposting di media sosial, langsung mengundang komentar beragam dari netizen. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.