Diterjang Banjir, Jembatan Gantung Di Polewali Putus
Penulis / Redaksi:
admin
Selasa, 5 Maret 2019 18:20 WITA
741 tayangan
2 menit baca
POLEWALI,- Peristiwa yang melumpuhkan aktifitas warga ini, terjadi di Kelurahan Darma, Kecamatan Polewali, Kabupaten Polewali Mandar, pada senin kemarin.
Jembatan gantung sepanjang 75 meter dan lebar 2 meter, yang menghubungkan Kelurahan Darma dan Desa Duampanua, putus akibat salah satu tiang penopangnya yang berada di sisi sungai Dara, ambruk digerus banjir.
Banjir turut menggerus tebing sepanjang 200 meter yang berada di sisi sungai, hingga mengancam keberadaan salah satu pondok pesantren di daerah ini, termasuk pemukiman warga sekitar.
Banjir terjadi, akibat tingginya curah hujan yang terus melanda daerah ini sejak sepekan terakhir.
Terputusnya jembatan ini, membuat sejumlah warga mengaku kesulitan untuk beraktifitas, pasalnya jalan alternative yang bisa mereka lalui, harus memutar dengan jarak tempuh yang lebih jauh.
“ tidak bisa lewat pak, soalnya sungainya dalam, kalau kita memutar harus melewati jalan yang jauh, ini kita jadi bingung karena semakin sulit untuk beraktifitas apalagi jembatan ini merupakan akses utama yang kami gunakan untuk memobilisasi hasil kebun ke kota “ ujar salah seorang warga, Amir, kepada wartawan, Selasa (05/03/19).
Pasca ambruknya jembatan ini, pihak terkait dari Dinas Pekerjaan Umum (PU), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Pelitian dan Pembangunan Perencanaan (Balitbanreng), Kabupaten Polewali Mandar, diketahui langsung turun ke lokasi kejadian, untuk meninjau kondisi jembatan yang terputus.
Dikonfirmasi di kantornya, Kepala Dunas Pekerjaan Umum (PU) Polewali Mandar, Edi Wibowo mengaku akan segera melakukan koordinasi dengan pemerintah Provinsi, terkait penanganan sungai yang terus digerus banjir yang menjadi kewenangan pemerintah Provinsi Sulawesi Barat." memang belakangan ini intesitas hujan yang melanda daerah ini kita cukup tinggi, sehingga banyak hal yang tidak terduga terjadi “ ungkapnya.
Untuk itu, pihaknya berjanji akan segera melakukan upaya perbaikan, mulai dengan penanganan tebing sungai hingga perbaikan jembatan yang ambruk, yang diperkirakan akan menelan anggaran sebanyak 700 juta rupiah.
Pemerintah mengimbau warga yang bermukim di sekitar bantaran sungai, untuk selalu waspada dan berhati-hati terhadap banjir susulan, mengingat potensi hujan deras yang masih melanda daerah ini. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.