Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Pencari Ikan Karam di Perairan Desa Nepo

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 30 Mei 2019 20:22 WITA 896 tayangan 3 menit baca
Dihantam Gelombang Tinggi, Kapal Pencari Ikan Karam di Perairan Desa Nepo
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
WONOMULYO,- Peristiwa karamnya kapal pencari ikan tujuan Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar, terjadi Rabu petang kemarin 29 Mei 2019, sekira pukul 18:30 Wita. Kapal bernama Cahaya milik Lahasa (55 tahun) sekaligus nahkoda, warga Desa Tonyaman , terdampar di perairan Desa Nepo, Kecamatan Wonomulyo, hingga akhirnya karam akibat kebocoran pada lambung kapal, usai dihantam gelombang tinggi. “ Awalnya saya dan para awak lainnya berusaha menguras air yang memenuhi lambung kapal menggunakan mesin pompa, namun karena terus dihantam gelombang tinggi kapal akhirnya karam, saya dan awak lainnya akhirnya berupaya menyelamatkan diri “ ujar Lahasa kepada Polisi. Berbekal alat seadanya, Lahasa dan para awak kapal yang berjumlah 9 orang diketahui berenang ke tepi pantai Desa Buku, Kecamatan Mapilli, yang berjarak sekitar 400 meter dari posisi Kapal karam. “ Mereka berenang ke Pantai Desa Buku karena posisinya yang lebih dekat dibanding berenang ke pantai Desa Nepo “ jelas Panit II Intel Polsek Wonomulyo, AIPTU Irham, yang dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (30/05/19). [caption id="attachment_6389" align="alignnone" width="821"] Anggota Kepolisian dari Subsektor Mapilli dan Polsek Wonomulyo, menunggu proses evakuasi korban kapal karam di Perairan Desa Nepo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis malam (29/05/19). Sumber Photo : Istimewa[/caption] Setelah mendapat kabar adanya kapal yang karam, puluhan warga Desa Buku beramai-ramai menuju pantai dengan harapan dapat memberikan pertolongan, “ Namun tidak banyak yang bisa kami lakukan, soalnya kondisi gelombang memang cukup tinggi, nelayan tidak berani nurun ke laut, akhirnya kami cuma berupaya membantu setelah melihat para awak berenang ke tepi pantai “ kata salah seorang warga, Rahmah. Kapal Cahaya berangkat Dari Desa Tonyaman tujuan perairan Kab.Mamuju untuk menangkap ikan, pada hari Selasa, 22 Mei 2019 lalu. Pada hari Rabu dini hari , 29 Mei 2019, sekitar pukul 04:30 Wita, kapal bersama seluruh awak meninggalkan perairan Kab.Mamuju, dengan tujuan kembali ke Desa Tonyaman, Kab.Polewali Mandar. Sebelum mencapai perairan pantai Desa Nepo, Kapal dan para awak sempat singgah di Perairan Kab.Majene, Kec.Rangas, untuk beristirahat sekitar pukul 13:00 Wita, dan kembali melanjutkan perjalanan pada pukul 15:00 Wita. Setelah memasuki Tanjung Buku yang terletak diantara Desa Buku dan Desa Nepo, kapal naas ini terseret mendekati bibir pantai, akibat angin kencang dan gelombang tinggi. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Hingga berita ini diturunkan, para awak yang berjumlah 9 orang dan masih berusia remaja, diketahui telah dievakuasi ke rumah masing-masing, dengan bantuan Aparat Kepolisian dari Subsektor Mapilli dan Polsek Wonomulyo, dibantu Kepala Desa Tonyaman yang berkoordinasi dengan Kepala Desa Buku,. [caption id="attachment_6388" align="alignnone" width="807"] Para korban kapal karam di Perairan Desa Nepo, Kecamatan Wonomulyo, Kabupeten Polewali Mandar, Kamis malam (29/05/19), diangkut menuju kampung halaman mereka di Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, menggunakan mobil bak terbuka. Sumber Photo : Istimewa[/caption] Sementara sang pemilik kapal, masih bertahan di Desa Buku, Kecamatan Mapilli, menunggu hingga cuaca membaik agar kapal miliknya dapat dievakuasi. (Rls/Thaya)    
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman