Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Diduga Sakit Jiwa, Suami di Tutar Habisi Nyawa Istrinya

Penulis / Redaksi: admin
Selasa, 28 Desember 2021 22:09 WITA 606 tayangan 2 menit baca
Diduga Sakit Jiwa, Suami di Tutar Habisi Nyawa Istrinya
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
TUTAR,- Malang nasib Surah (45 tahun), warga Desa Pullewani, Kecamatan Tutar, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Ia meregang nyawa dengan kondisi terluka parah, akibat tebasan parang suaminya berinisial SO (50 tahun). Peristiwa naas terjadi ketika korban dan pelaku menuju kebun berjarak sekira 150 meter dari tempat tinggalnya, di Dusun Kamande, Desa Pullewani, Selasa pagi (28/12), sekira pukul 07:00 wita. “Kronologis kejadian ini, bahwa menimpa antara suami istri. Mereka awalnya bersama-sama dari rumahnya menuju ke kebun,”kata Kapolsek Tutar, IPDA Slamet Sutopo kepada wartawan, Selasa siang (28/12/2021). Slamet menduga, saat berada di kebun, korban terlibat cekcok dengan suaminya. Kondisi diperparah, lantaran selama ini SO diketahui memiliki kondisi kejiwaan yang labil sehingga kerap mengamuk sembari membawa parang. “Namun demikian, si suami ini diduga ada indikasi gangguan jiwa. Kemungkinan besar itu, ada masalah dengan istrinya sehingga terjadi penganiayaan mengakibatkan si istri meninggal dunia,”terangnya. Pasca menghabisi nyawa istrinya, SO masih sempat mengamuk di tengah jalan kampung sambil menghunus parang kepada pengguna jalan, hingga menimbulkan ketakutan warga setempat. “Setelah kejadian, bahwa keterangan dari warga, si pelaku masih sempat mengamuk pada orang-orang warga yang lewat (di jalan),”beber Slamet. Kendati sempat melarikan diri ke rumah kerabatnya di Desa Ambopadang, Kecamatan Tutar., SO akhirnya dievakuasi ke RS Polewali Mandar untuk mendapat pertolongan, lantaran menderita sejumlah luka tebasan, dianiaya keluarga sang istri yang telah dibunuhnya. “Untuk pelaku yang menganiaya SO sudah menyerahkan diri ke Polres Polman, tentang identitasnya nanti dari pihak polres yang akan menjelaskan,”tandas Slamet. Salah satu saudara korban, Sarifuddin mengaku jika selama ini SO kerap mengamuk kepada istrinya. Namun sang istri tidak pernah memberikan perlawanan. “Kalau suaminya itu memang selalu marah sama istrinya, tapi istrinya tidak melawan,”beber Sarifuddin terpisah. Meski begitu, Sarifuddin tidak tahu menahu penyebab sehingga SO kerap mengamuk. Sarifuddin juga mengaku takut, apalagi saat mengamuk SO selalu membawa parang. “Tidak tau gegara apa, dulu itu kalau mengamuk sambil bawa parang. Baisa mengamuk di jalanan. Biasa berhenti, lama itu, mengamuk lagi, orang tidak berani mendekat, karena bawa parang,”pungkasnya. Kasus penganiayaan yang merenggut korban jiwa ini telah dalam penanganan polisi. Mengantisipasi terjadinya hal tidak diinginkan, petugas keamanan dari TNI-Polri melakukan penjagaan di lokasi kejadian. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman