CAMPALAGIAN,- Perisitwa pemarangan kembali terjadi, Jumat siang (11/10/19), sekira pukul 12:00 Wita. Korban adalah lansia bernama Daeni (60 tahun), warga Dusun Galung, Desa Kenje, Kecamatan Campalagian, Kabupaten Polewali Mandar. Lansia malang ini menderita luka terbuka di punggung akibat tebasan parang, yang dilakukan tetangganya sendiri bernama Hasan (40 tahun).
Peristiwa pemarangan ini sempat memicu kepanikan warga. Apalagi sesaat sebelum kejadian, pelaku sempat terlihat mengejar korban di sekitar pemukiman sambil mengayungkan parang.
Pasca kejadian, korban Daeni dibawa warga ke Puskesmas Campalagian untuk mendapat pertolongan, sementara pelaku Hasan langsung menyerahkan diri ke Polsek Campalagian, setelah nyaris menjadi korban amukan warga.
Kepada polisi, Hasan mengaku memarangi korban lantaran tidak terima hamparan tanah miliknya kerap diusik oleh korban, “ Gara-gara hamparan dan saluran air, dia marah (Daeni) padahal masuk di lokasiku, sudah damai masa dia bikin ribut lagi “ kata Hasan emosi saat dimintai keterangan oleh polisi.

Salah seorang saksi mata di lokasi kejadian menyebutkan, sebelum memarangi korban pelaku juga sempat bertindak kasar terhadap warga lainnya, “ Kita juga tidak tau apa masalahnya, karena saya juga sempat di dorong, dia langsung mengeluarkan parang, orang tua itu keluar (Daeni) dan langsung dikejar, mungkin dia tersinggung “ ujar Saharuddin kepada Polisi.
Aparat kepolisian dari Polsek Campalagian menduga aksi pemarangan dipicu persoalan lama, “ Kemungkinan akibat persoalan lama, karena sebelumnya korban dan pelaku memang ada masalah, saat pelaku lewat di depan rumah korban yang ramai oleh warga , mungkin pelaku tersinggung karena sempat terlibat saling tatap dengan warga “ ungkap Kanit Reskrim Polsek Campalagian AIPTU Muliono kepada wartawan.
Pemicu kasus pemarangan ini masih dalam penyelidikan polisi. Dibantu warga Polisi langsung melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian, untuk menemukan barang bukti parang milik Hasan, yang dibuang usai melakukan aksi pemarangan. (Thaya)