Jumat, 6 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Diduga Karena Istri Menolak Rujuk, Pria asal Mapilli Aniaya Mantan Adik Ipar

Penulis / Redaksi: admin
Kamis, 3 Januari 2019 17:25 WITA 1,947 tayangan 2 menit baca
Diduga Karena Istri Menolak Rujuk, Pria asal Mapilli Aniaya Mantan Adik Ipar
Foto ilustrasi / Dokumentasi Peristiwa - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
CAMPALAGIAN,- Seorang pria asal Desa Bonne-Bonne, Kec. Mapilli, Kab.Polman, diamankan aparat kepolisian dari Polsek Campalagian, lantaran dilaporkan melakukan penganiayaan terhadap Yudding (15 tahun), remaja asal Desa Ambo Padang, Kec.Tutar, Kab.Polman, pada hari kamis (27/12/18). Tindak penganiayaan yang dilakukan dengan cara menampar ini, terjadi di Panyingkul, Jalan Trans Sulawesi, Desa Baru, Kec.Luyo, mengakibatkan korban menderita luka lebam di pipi. Ketika jalani pemeriksaan tambahan di Polsek Campalagian, pada hari kamis (03/01/19), korban mengaku sempat ditantang oleh pelaku untuk berkelahi “dia langsung turun dari sepeda motor, kemudian menantang saya untuk berkelahi, karena takut saya memilih menghindar, tapi bukannya berhenti pelaku terus mendekat kemudian menampar hingga membuat kepala saya terbentur pada balok kayu “ ujar korban, Yudding saat berikan keterangan kepada Polisi. Pasca kejadian, korban langsung menceritakan peristiwa yang dialaminya kepada orang tuanya, Musa (53 tahun), yang kemudian melaporkan peristiwa ini kepada pihak berwajib. Usai menerima laporan dari korban, Polisi langsung mengamankan pelaku, Naharuddin (45 tahun), yang diketahui adalah mantan ipar korban. Ketika diperiksa Polisi, pelaku mengaku kesal lantaran korban kerap berkata kasar setiap kali berkomunikasi dengan pelaku “ saya tidak suka pak, karena dia selalu bicara yang tidak baik setiap kali menelpon untuk menanyakan kabar ponakannya “ ungkap Naharuddin saat berikan keterangan pada Polisi. Sementara itu Musa, orang tua korban menduga, tindak penganiayaan ini adalah wujud kekesalan pelaku , lantaran niatnya untuk kembali rujuk dengan saudara korban bertepuk sebelah tangan. “ jadi memang selama ini, Naharuddin selalu berupaya untuk rujuk kembali dengan anak saya, kakak Yudda, namun anak saya selalu menolak karena sudah merasa tidak nyaman dan tidak senang dengan kelakuannya “ ungkap Musa. Masih kata Musa, dirinya menyayangkan dengan tindakan mantan menantunya yang melakukan cara kekerasan hanya karena persoalan pribadi “ sebenarnya, seandainya dia pernah membicarakan ini dengan baik-baik, barangkali saya sebagai orang tua masih bisa menengahi dan memperbaiki rumah tangganya, tapi kenyataan berkata lain “ jelas Musa menyesali perbuatan mantan menantunya. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman