Diduga Aniaya Murid, Kepala SDN 053 Sarampu Polman Diadukan ke Polisi
Penulis / Redaksi:
admin
Minggu, 6 Agustus 2023 08:19 WITA
317 tayangan
3 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Salah satu wali murid sekolah dasar bernama Ade di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, mengadukan oknum kepala sekolah bernama Hajja Nuraeni ke polisi. Sebabnya, sang kepala sekolah diduga telah menganiaya lima muridnya.
Pengaduan tindak kekerasan ini dibuat Ade di Polres Polman, Sabtu (05/08). Ade turut serta membawa adiknya berinisial AR (10 tahun) yang mengaku telah menjadi korban tindak kekerasan sang kepala sekolah.
“Total ada lima orang sama adek saya (yang dianiaya),” kata Ade kepada wartawan, Sabtu (05/08/2023).
Menurut Ade, tindak kekerasan terjadi di SDN 053 Sarampu, Desa Tonyaman, Kecamatan Binuang, pada Kamis (03/08). Bermula ketika korban AR bersama empat temannya kembali ke kelas usai jajan di luar sekolah.
“Setelah kembali ke kelas, kepala sekolah langsung panggil adik saya ke depan beserta dua temannya. Tapi cuman adek saya yang maju ke depan, setelah itu tanpa berkata apa, tiba-tiba adek saya ditampar pipi sebelah kanannya, dan setelah itu rambutnya ditarik terus didorong ke meja hingga mengenai jidat,” ungkapnya.
Lanjut kata Ade, tindakan serupa juga dilakukan kepala sekolah terhadap empat murid lain yang saat itu turut serta bersama AR jajan di luar sekolah.
“Terus dia diminta (AR) untukmenunjuk beberapa temannya (yang jajan di luar), setelah menunjuk temannya ini didatangi satu-satu, ada yang ditampar satu kali, ada yang sampai dua kali kembali-kembali, terus ada yang sampai terkencing karena saking kagetnya,” terangnya.
Ade mengaku tidak mengetahui penyebab sehingga kepala SDN 053 Sarampu melakukan tindak kekerasan terhadap lima muridnya. Dia menduga sang kepala sekolah kesal karena sejumlah murid mengabaikan imbauannya agar jajan di kantin sekolah.
“Mungkin karena jajan di luar sekolah. Soalnya sebelumnya para murid ini dipanggil kepala sekolah terus diminta untuk belanja di kantin belakang sekolah. Terus adik saya dan temannya tidak belanja di kantin belakang sekolah karena jorok, terus dia dan temannya sembunyi-sembunyi belanja di kantin depan sekolah karena memang sudah sering belanja di situ,” ujarnya.
Ade mengaku sengaja mengadukan tindak kekerasan ini kepada pihak berwajib agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Apalagi kejadian ini membuat adiknya merasa trauma hingga belum bersedia kembali ke sekolah.
“Harapannya agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Sampai sekarang sejumlah murid juga masih trauma dan takut ke sekolah,” pungkasnya.
Kepsek SDN 053 Sarampu Membantah Telah Aniaya Murid
Dikonfirmasi terpisah, Kepala SDN 053 Sarampu Hajja Nuraeni membantah telah melakukan tindak kekerasan terhadap kelima muridnya. Dia mengaku tidak pernah menampar apalagi menjambak rambut para murid.
“ Tidak benar itu, saya tidak pernah menampar apalagi menarik rambut murid,” ujar Nuraeni melalui sambungan telepon, Sabtu (05/08/2023).
Nuraeni berdalih hanya menepuk kepala muridnya, sembari menyampaikan agar mereka tidak keluar dari areal sekolah saat jam pelajaran berlangsung. Dia menganggap laporan yang disampaikan orang tua murid terlalu berlebihan.
“Lain itu ditampar lain di kasih begini, ditepuk-tepuk saja sambil katakan kenapa tidak ada yang mau mendengar. Saya sampaikan jangan menyeberang karena takut jangan sampai ada kendaraan tertabrak kita lagi (pihak sekolah) yang kena. Saya sampaikan seperti itu, tapi laporannya berlebihan sekali,” kilahnya.
Nuraeni juga membantah jika dirinya kesal terhadap para murid yang diketahui jajan di kantin luar sekolah.
“Ada juga laporannya seperti itu bahwa kepala sekolah larang anak-anak belanja di luar. Saya hanya menyampaikan kepada anak-anak agar tidak belanja di luar saat waktu belajar berlangsung, kecuali waktu bermain. Tapi mereka harus memperhatikan kondisi jalanan, saya takut terjadi sesuatu sama murid karena pihak sekolah lagi yang akan kena,” jelasnya.
Meski begitu, Nuraeni mengaku telah menyampaikan permohonan maaf kepada orang tua murid jika tindakannya dianggap salah.
“Saya sudah klarifikasi kemarin di sekolah, saya saya sampaikan kepada orang tua murid kalau memang ada tindakan saya kemarin yang tidak diterima, saya selaku kepala sekolah beserta dewan guru meminta maaf jika ada tindakan saya yang dianggap salah,” tutupnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.