Bersama anggota kepolisian dari Polsek Tapango, warga langsung mendatangi lokasi kebakaran untuk memadamkan kobaran api, agar tidak semakin meluas, “ Lantaran jaraknya yang cukup jauh dan sulit diakses kendaraan roda empat, proses pemadaman api dilakukan dengan menggunakan alat seadanya, seperti tangki semprot dan ranting pohon “ jelas Wakidi.
Kobaran api berhasil dipadamkan sekira pukul 15:30 WITA. Pasca kebakaran, Polisi bersama Kepala Desa Benato Rejo dan sejumlah warga, masih berjaga di lokasi kejadian, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan.
Kemarau panjang membuat banyak lahan perkebunan warga di daerah ini mengering hingga rawan terbakar. (Thaya)
Diduga Akibat Puntung Rokok, Picu Kebakaran Lahan Perkebunan Warga di Tapango
Penulis / Redaksi:
admin
Sabtu, 28 September 2019 16:25 WITA
683 tayangan
1 menit baca
TAPANGO,- Kebakaran lahan akibat kemarau panjang terus terjadi, kali ini melanda kawasan perkebunan warga di Desa Benato Rejo, Kecamatan Tapango, Kabupaten Polewali Mandar, Sabtu siang (28/09/19).
Sedikitnya 2 hektar lahan perkebunan kakao dilalap api sekira pukul 13:30 WITA, “ Dugaan sementara sumber api berasal dari punting rokok warga yang dibuang sembarangan “ kata Kepala Desa Benato Rejo, Wakidi yang dikonfirmasi wartawan melalui sambungan telepon.
Bersama anggota kepolisian dari Polsek Tapango, warga langsung mendatangi lokasi kebakaran untuk memadamkan kobaran api, agar tidak semakin meluas, “ Lantaran jaraknya yang cukup jauh dan sulit diakses kendaraan roda empat, proses pemadaman api dilakukan dengan menggunakan alat seadanya, seperti tangki semprot dan ranting pohon “ jelas Wakidi.
Kobaran api berhasil dipadamkan sekira pukul 15:30 WITA. Pasca kebakaran, Polisi bersama Kepala Desa Benato Rejo dan sejumlah warga, masih berjaga di lokasi kejadian, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan.
Kemarau panjang membuat banyak lahan perkebunan warga di daerah ini mengering hingga rawan terbakar. (Thaya)
Bersama anggota kepolisian dari Polsek Tapango, warga langsung mendatangi lokasi kebakaran untuk memadamkan kobaran api, agar tidak semakin meluas, “ Lantaran jaraknya yang cukup jauh dan sulit diakses kendaraan roda empat, proses pemadaman api dilakukan dengan menggunakan alat seadanya, seperti tangki semprot dan ranting pohon “ jelas Wakidi.
Kobaran api berhasil dipadamkan sekira pukul 15:30 WITA. Pasca kebakaran, Polisi bersama Kepala Desa Benato Rejo dan sejumlah warga, masih berjaga di lokasi kejadian, untuk mengantisipasi terjadinya kebakaran susulan.
Kemarau panjang membuat banyak lahan perkebunan warga di daerah ini mengering hingga rawan terbakar. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.