Minggu, 8 November 2026 • 00:00:00 WITA
BREAKING NEWS
PACEKO.com
Menu Navigasi

Di Tengah Pandemi Virus Corona, Pasar Induk Wonomulyo Disesaki Warga

Penulis / Redaksi: admin
Minggu, 17 Mei 2020 23:21 WITA 1,003 tayangan 2 menit baca
Di Tengah Pandemi Virus Corona, Pasar Induk Wonomulyo Disesaki Warga
Foto ilustrasi / Dokumentasi Sosial - PACEKO.com PACEKO
Bagikan: Disalin!
WONOMULYO,- Sepekan jelang hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, pasar induk di Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, disesaki warga, Minggu (17/05/20) Baik pengunjung maupun pedagang saling berdesakan, mengabaikan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah, untuk mencegah penularan virus corona. Seolah tidak takut dengan penularan virus, pedagang dan pengunjung, santai beraktifitas tanpa menjaga jarak, beberapa terlihat tidak memakai masker. Sekcam Wonomulyo Samiaji S.Sos mengaku tidak dapat berbuat banyak untuk menertibkan pedagang sebagai upaya mengawal edaran pemerintah. Dia mengatakan banyak pedagang yang tidak taat aturan, “ Kami sudah berusaha berbuat untuk mengawal edaran bupati tentang pembatasan jam aktifitas pasar, namun jujur bahwa banyak penjual yang memang tidak menaati aturan tersebut “ katanya kepada wartawan. Sebelumnya pemerintah dengan pengawalan Satpol PP dan Kepolisian, menertibkan pedagang khususnya yang berjualan menggunakan tenda di badan jalan R Soeparman. Namun warga kembali berjualan, tidak hanya memadati kompleks pasar, tetapi kembali mendirikan tenda lapak disepanjang badan jalan R Soeparman, hingga mengakibatkan kemacetan arus lalu lintas. Samiaji mengaku telah mengimbau pedagang, agar selalu menerapkan protokol kesehatan saat berjualan,  “ Kami juga tidak pernah berhenti mengingatkan para pedagang, agar tetap menjaga jarak dan menggunakan masker saat berjualan “ ungkapnya. Sementara itu, salah seorang pedagang Hajja Neny mengaku terpaksa tetap berjualan agar tetap dapat menyambung hidup, “ Saya sebenarnya takut corona, tapi kalau tidak jualan kita mau makan apa “ ungkapnya. Alasan serupa diungkapkan pedagang lapak Hauwa. Dirinya berdalih terpaksa menyabung nyawa berjualan di tengah pandemi virus corona, agar tetap dapat melanjutkan hidup, “ Saya takut nak, tapi kalau tidak jualan mau bagaimana lagi, saya tidak ada pemasukan, saya tidak ada harta, saya orang miskin, saya juga jarang tersentuh bantuan, “ ujarnya. Terkait kebijakan yang dikeluarkan pemerintah, upaya mencegah penularan virus corona, pedagang berharap pemerintah lebih bijak dan tidak tebang pilih dalam menerapkan aturan, “ Sebenarnya kami sangat mendukung imbauan pemerintah, salah satunya pembatasan jam pasar, tetapi pemerintah juga sepertinya tidak serius dan tebang pilih dalam menerapkan aturan, kita pedagang kecil dilarang berjualan, sementara pedagang besar dibiarkan, di dalam kompleks pasar pedagang di batasi untuk mencegah keramaian, tetapi penjual yang berada di pinggir jalan  dibiarkan saja dan memicu keramaian “ ungkap salah seorang pedagang bernada kesal. (Thaya)
Iklan Sponsor728 × 90 px (In-Article)
Telkomsel 5G Sulbar - Jaringan Internet Super Cepat & Kuota Melimpah
admin

Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.

Iklan Sponsor728 × 90 px (After-Article)
Pesona Wisata Mandar - Eksplorasi Budaya & Keindahan Bahari Polman