Detik-detik Menegangkan ketika Warga Polman Belah Perut Piton 7 Meter gegara Telan Sapi
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 8 Maret 2024 09:23 WITA
1,912 tayangan
2 menit baca
POLEWALI MANDAR,- Warga di Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat, dibuat geger video yang memperlihatkan perut ular piton sepanjang 7 meter dibelah usai menelan seekor anak sapi. Sebelumnya ular tersebut ditebas menggunakan parang hingga akhirnya mati.
Berikut detik-detik menengangkan ketika warga menebas ular piton 7 meter tersebut hingga akhirnya mati.
Ular piton tersebut ditemukan dalam semak-semak di sekitar kawasan hutan Desa Ratte, Kecamatan Tutar, Selasa (05/03) sekira pukul 09.00 Wita. Keberadaan ular pertama kali disadari warga setempat bernama Jamaluddin, Senin (04/03) sore.
Saat itu Jamaluddin hendak memberik makan dan minum sapi miliknya yang dilepaskan di kebun. Dia mulai curiga ketika mengetahui salah satu anak sapinya menghilang.
Kecurigaan Jamaluddin semakin besar manakala dirinya melihat bekas jejak ular dari arah kebunnya menuju hutan.
“Waktu magrib mau beri makan dan minum sapi di kebun, ternyata anak sapinya sudah tidak ada, yang punya kebun curiga karena melihat ada tanda-tanda bekas ular menuju hutan. Akhirnya dia mendatangi warga mengajak melakukan pencarian keesokan harinya,” ungkap warga setempat bernama Abdul Rauf kepada wartawan, Rabu (06/03/2024).
Karena merasa khawatir, Jamaluddin lalu pulang dan menceritakan hal tersebut kepada warga setempat.
Keesokan harinya, Jamaluddin bersama sejumlah warga bergegas melakukan pencarian, Selasa (05/03).
“Akhirnya warga ramai-ramai pergi mencari di semak-semak, akhirnya kedapatan itu (ular),” ungkap Rauf.
Ular diketahui sempat menyerang karena merasa terancam dengan kehadiran warga yang membabat semak belukar tempatnya bersembunyi usai menelan anak sapi.
“Karena merasa terancam muncul kepalanya (ular) dan sempat mencoba menyerang warga,” ujar Rauf.
Menurut Rauf, warga lalu mencari cara agar dapat melumpuhkan ular tersebut. Berbekal seutas tali yang dikaitkan pada sepotong kayu, kepala ular berhasil dijerat lalu ditarik sejumlah warga. Sementara warga lain menebas badan ular menggunakan parang.
“Warga langsung ambil tali baru diikat pada ujung kayu. Setelah itu kepala ular diikat kemudian ditarik. Ada warga yang menarik tali, selebihnya melumpuhkan ular menggunakan parang,” bebernya.
Setelah dilumpuhkan, warga lalu membelah perut ular tersebut menggunakan parang. Perut ular dibelah untuk memastikan keberadaan anak sapi yang telah hilang.
“Langsung dibelah perutnya (ular) untuk memastikan itu anak sapi di dalam,” terang Rauf.
Setelah perut ular dibelah, warga lalu mengeluarkan anak sapi yang telah mati tersebut, lalu dikubur. Sementara bangkai ular ditinggalkan di lokasi penemuan.
“Kalau sapinya ditanam, kalau bangkai ularnya masih di lokasi,” tutur Rauf.
Menurut Rauf, kemunculan ular tersebut sempat membuat resah warga. Pasalnya lokasi penemuan ular hanya berjarak sekira 600 meter dari pemukiman.
“Kekhawatiran warga karena dekat dengan kampung, sekitar 600 meter dari pemukiman, dekat dengan lapangan bola,” pungkasnya. (thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.