Derita DBD, Bocah Sekolah Dasar di Mapilli Meninggal Dunia
Penulis / Redaksi:
admin
Kamis, 13 Juni 2019 06:30 WITA
2,527 tayangan
2 menit baca
MAPILLI,- Nasib malang dialami Amira Salwani (10 Tahun), anak semata wayang dari pasangan Hasna dan Rahim, warga Dusun Talolo, Kelurahan Mapilli, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar.
Rabu malam, (12/06/19), sekira pukul 21:00 Wita, Amira yang telah duduk dibangku kelas IV sekolah dasar , pergi untuk selamanya setelah hampir sepekan berjuang bertahan hidup, akibat didiagnosa menderita penyakit demam berdarah.
Sebelumnya sejak dua hari terakhir, Amira sempat jalani perawatan di ruang ICU Rumah Sakit Umum Daerah Polewali Mandar, karena kondisi panas tubuhnya yang tidak turun, “ Mulai selasa malam kondisinya sudah kritis karena trombositnya menurun drastis bahkan membutuhkan 10 kantong darah golongan O, namun yang tersedia saat itu hanya beberapa kantong saja “ cerita salah satu keluarga korban, Fadly saat dikonfirmasi wartawan Kamis pagi (13/06/19).
Cerita Amira yang meninggal akibat menderita penyakit DBD mengundang keprihatinan, apalagi belakangan diketahui, Amira sempat berulang kali dilarikan ke Puskesmas Mapilli di dekat rumahnya untuk jalani perawatan, namun pihak keluarga merasa tidak mendapat pelayanan yang baik, lantaran petugas Puskesmas setempat, memerintahkan Amira untuk dipulangkan karena dianggap hanya menderita demam biasa.
Warga juga menyayangkan sikap dinas terkait yang dianggap lalai mengantisipasi penularan penyakit akibat gigitan nyamuk Aedes Aegepty ini, apalagi dua minggu sebelumnya, salah seorang anak di daerah ini yang bernama Farhan (12 Tahun), juga dilarikan ke rumah sakit karena menderita penyakit yang sama , “ Harusnya setelah ada pasien yang diketahui menderita penyakit DBD, dinas terkait bergerak cepat melakukan langkah penanganan agar sedini mungkin penularan penyakit ini bisa dicegah, “ timpal keluarga korban yang lain, Iwan.
Dikonfirmasi terpisah, kepala Puskesmas Mapilli, H Saldy Kursani mengaku telah melaporkan peristiwa ini ke Dinas Kesehatan Polewali Mandar dan berjanji akan segera melakukan penanganan untuk mengantisipasi semakin meluasnya penularan penyakit DBD, “ Terkait pelayanan yang dikeluhkan warga, saya belum bisa berkomentar lantaran baru hari ini akan melaksanakan tugas sebagai kepala puskesmas yang baru, namun sebagai langkah awal, hari ini saya akan langsung ke lokasi untuk melakukan pengasapan di pemukiman warga yang terdampak penularan virus penyakit demam berdarah ini, kami berharap masyarakat proaktif memeriksakan keluarganya jika ditengarai terserang penyakit ini untuk menghindari terjadinya hal tidak diinginkan“ jelas Saldy melalui sambungan telepon. (Thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.