Demo Guru di Mamasa Ancam Mogok Ngajar Jika Tunjangan Sertifikasi Tidak Dibayar
Penulis / Redaksi:
admin
Jumat, 17 Maret 2023 19:41 WITA
583 tayangan
2 menit baca
MAMASA,- Ratusan guru di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, kembali menggelar aksi unjuk rasa. Mereka mengancam akan mogok mengajar jika pemerintah setempat tidak segera menyalurkan dana tunjangan sertifikasi para guru yang sudah beberapa bulan tertunda.
"Jika tuntutan itu tidak diindahkan dalam waktu 72 jam maka guru akan melakukan mogok kerja. Para guru tidak akan melakukan proses belajar mengajar," kata Jendral Lapangan Alfred kepada wartawan, Jumat (17/03/2023).
Aksi unjuk rasa berlangsung di depan kantor Bupati Mamasa, Jumat (17/03). Sebelumnya para guru yang tergabung dalam Forum Guru Bersatu, berkumpul di Tribun Kondosapata kemudian konvoi menuju Kantor Bupati Mamasa.
Alfred mengaku, aksi kali ini membawa sedikitnya enam poin tuntutan. Diantaranya, pembayaran Tamsil (tunjangan penghasilan) guru-guru non sertifikasi sesuai peraturan yang berlaku. Serta penolakan pengalihan fungsi dana sertifikasi pada pos lain.
"Dana tersebut telah cair 100 % dari pusat namun dialih fungsikan ke pos lain sehingga belum terbayarkan hingga saat ini. Ini telah menyalahi peraturan perundang-undangan,"bebernya.
"Bahkan ada yang belum terbayarkan (tunjangan) dari triwulan ketiga pada tahun 2022 hingga triwulan ke 4,"sambung Alfred.
Alfred juga mengecam dugaan intimidasi terhadap guru yang melakukan aksi unjuk rasa untuk perjuangkan haknya.
“Kami menolak dan mengecam segala bentuk intimidasi terhadap guru yang mengikuti aksi unjuk rasa untuk perjuangkan haknya,”pungkas Alfred. (ady/thaya)
admin
Jurnalis dan kontributor redaksi PACEKO.com, berkomitmen menyajikan liputan mendalam, akurat, dan berimbang demi kemajuan Sulawesi Barat dan Indonesia.